Teror bom Surabaya dipercaya tak pengaruhi iklim investasi Tanah Air
Bhima mengatakan, penanganan yang cepat dari aparat kepolisian bisa menjadi poin penting yang membuat kepercayaan investor tidak goyah terhadap kondisi keamanan di Indonesia.
Ledakan bom pagi ini terjadi di Gereja Katolik Santa Maria, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur. Tak hanya itu, ledakan dilaporkan juga terjadi di gereja yang berada di Jalan Diponegoro, Surabaya.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, insiden teror bom yang baru saja terjadi di Kota Surabaya tidak akan mempengaruhi iklim investasi Indonesia.
Bhima mengatakan, penanganan yang cepat dari aparat kepolisian bisa menjadi poin penting yang membuat kepercayaan investor tidak goyah terhadap kondisi keamanan di Indonesia.
"Saya optimis penanganan dari aparat keamanan untuk mengembalikan kondisi di Surabaya bisa berjalan cepat. Jadi efek yang ditimbulkan ke kepercayaan investor juga kecil," kata Bhima ssat dihubungi Merdeka.com, Minggu (13/5).
Bhima mencontohkan peristiwa teror serupa yang terjadi beberapa waktu lalu di Yogyakarta terbukti tidak mempengaruhi sentimen pasar.
"Misalnya dulu saat ada peristiwa teror di gereja Yogyakarta pun hampir tidak berdampak ke sentimen pasar," ujarnya.
Bhima menjelaskan, yang menjadi perhatian investor saat ini adalah data-data kondisi ekonomi makro serta besaran suku bunga acuan di suatu negara.
"Investor saat ini lebih mencermati data data ekonomi makro dan tren kenaikan bunga acuan The Fed. Saya kira pekan depan IHSG justru dibuka menguat ke 6.000-6.100."
Baca juga:
Teror bom di Surabaya, Polda Banten sebar 2 pleton jaga rumah ibadah
KNPI sebut Indonesia darurat aksi teror
Tempat ibadah di Bogor dijaga ketat usai insiden ledakan di Surabaya
Pengusaha: Teror bom Surabaya tak surutkan optimisme dunia usaha
4 Terduga teroris di Cianjur diperintahkan napi Nusakambangan serang Mako Brimob