Ternyata, Sampah Uang Kertas Masih Bisa Bermanfaat untuk Lingkungan
Uang Rupiah Indonesia memiliki bahan baku dasar 100 persen kapas serat non kayu. Oleh sebab itu uang Rupiah ramah lingkungan. Sebab, tidak mengandung unsur-unsur senyawa kimia berbahaya.
Uang Rupiah Indonesia memiliki bahan baku dasar 100 persen kapas serat non kayu. Oleh sebab itu uang Rupiah ramah lingkungan. Sebab, tidak mengandung unsur-unsur senyawa kimia berbahaya.
Pada uang Rupiah yang tidak layak edar, Bank Indonesia melakukan pemanfaatan. Yaitu dengan menjadikan salah satu bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Anggota Departemen Pengelola Uang Bank Indonesia (BI), Andri mengatakan, limbah uang rupiah tidak berbahaya.
"Kalau mau dibuang begitu saja tidak apa-apa karena tidak mengandung unsur-unsur senyawa kimia berbahaya," ucap Andri, kepada Merdeka.com, Jakarta, Jumat (19/8)
Untuk saat ini PLTSa hanya terdapat di Bantar Gebang, Bekasi Jawa Barat. "Kedepannya akan dibangun di seluruh wilayah Indonesia," terangnya.
Baca juga:
Ini Cara Penukaran Uang Baru 2022 di Aplikasi PINTAR BI
Antusiasme Tukar Uang Baru 2022 Tinggi, Kuota di Senayan Habis dalam 1 Setengah Jam
Gelar Festival Rupiah, Bank Indonesia Suguhkan Sejarah Rupiah & Pamer Uang Baru 2022
Informasi Seputar Uang Belum Banyak Orang Tahu, Termasuk Tahan Dilipat 2.500 Kali
Intip, Hasil Kecanggihan Teknologi Terbaru dalam Uang Baru 2022
Anti Dipalsukan, Ini Ragam Keistimewaan Uang Baru Emisi 2022
Uang Baru 2022 Didesain Lebih Ramah Bagi Tunanetra