LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Terminal 'Rp 250 M' Pulogebang telan biaya pemeliharaan Rp 2 M/bulan

Terminal 'Rp 250 M' Pulogebang telan biaya pemeliharaan Rp 2 M/bulan. Sumarsono mengatakan nantinya untuk biaya pemeliharaan gedung dan pengelolaan terminal, pada tahap awal, akan menggunakan dana APBD. Setelah satu tahun, pendapatan dari terminal Pulogebang diharapkan dapat menutupi kebutuhan pembiayaan pemeliharaan.

2016-12-28 23:13:31
Transportasi umum
Advertisement

Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono, mengatakan pembangunan Terminal Pulogebang menelan biaya sekitar Rp 250 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2009. Sementara, per bulannya, terminal ini menelan biaya pemeliharaan mencapai Rp 2 miliar.

Sumarsono mengatakan nantinya untuk biaya pemeliharaan gedung dan pengelolaan terminal yang dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi tersebut, pada tahap awal, akan menggunakan dana APBD.

"Terkait biaya pemeliharaan kita anggarkan per bulan Rp 2 miliar. Setiap tahun sekitar kurang lebih Rp 20 milliar dari APDD," ujar Sumarsono di Terminal Pulogebang, Jakarta, Rabu (28/12).

Advertisement

Dia menambahkan, setelah satu tahun, pendapatan dari terminal Pulogebang diharapkan dapat menutupi kebutuhan pembiayaan pemeliharaan. Pendapatan tersebut diantaranya berasal dari videotron, retribusi hingga sewa kios.

"Kita yakin pendapatan bahkan bisa dua kali lipat dari angka yang kita siapkan. Kita punya kayakinan untuk pemeliharaan terminal ini, nanti sudah recovery jadi tidak perlu pakai APBD lagi," tuturnya.

Selain itu, rencananya terminal Pulogebang akan menerapkan sistem tiket elektronik atau e-ticketing. Hal ini dilakukan sebagai upaya memberantas pungutan liar dan percaloan.

Advertisement

"Melalui hal ini kita harap tidak ada lagi calo dan preman. Nanti pengerjaannya (e ticketing) akan dilakukan oleh Pemprov DKI bersama Organda," jelasnya.

Sumarsono menjelaskan pembangunan terminal terpadu Pulogebang merupakan wujud nyata upaya pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memecahkan masalah transportasi di Jakarta.

"Pembangunan Terminal terpadu Pulogebang dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya dan di bawah pengawasan PT Perencana Jaya Terminal Bus Pulogebang," ujar Sumarsono.

Baca juga:
Kemenhub pantau ponsel pengguna kendaraan umum rekam pola pergerakan
Menhub Budi klaim Terminal Pulogebang solusi urai kemacetan Jakarta
Menengok kemegahan terminal terbesar se-Asean di Jakarta Timur
Terminal terpadu Pulogebang resmi beroperasi
Plt Gubernur DKI sebut Terminal Pulogebang banyak kekurangan
2017, Bajaj merah kadaluarsa di DKI, harus ganti jadi Bajaj Biru BBG
Wacana pembangunan jalur kereta api Yogya-Magelang butuh dana besar

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.