Terminal buruk, pemakaian bus saat Lebaran turun 10 persen
"Kalau saya lihat terminal bus itu sudah ketinggalan."
Kementerian Perhubungan mencatat penggunaan bus saat libur panjang Lebaran kemarin turun 10 persen. Ditenggarai, salah satu penyebabnya adalah buruknya kondisi dan pelayanan di terminal.
"Saya sendiri keliling terminal bus, mulai dari Terboyo Semarang, Purabaya Surabaya, Kampung Rambutan, Pulogadung dan Kalideres di Jakarta. Kalau saya lihat terminal bus itu sudah ketinggalan," ujar Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di kantornya, Jakarta, Selasa (28/7).
Ke depan, Jonan menginginkan terminal bus di Tanah Air menyerupai stasiun. Mengingat, penumpang, terutama kereta komuter, terus meningkat seiring perbaikan fisik dan pelayanan stasiun.
"Daripada banyak studi banding ke Hong Kong atau kemana itu tidak ada gunanya. Begini saja, kami bikin terminal bus paling kurang sama dengan stasiun. Gitu saja, biar bisa membaik," terang dia.
Di sisi lain, penurunan penggunaan bus meningkatkan pemakaian kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, saat mudik dan balik Lebaran.
Data Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan menunjukkan pemudik mobil naik sekitar 4 persen. Sedangkan pemudik sepeda motor naik hingga mencapai 48 persen.
Baca juga:
Menteri Jonan gusar bus mulai ditinggalkan masyarakat
Sidak saat Lebaran, Jonan kecewa ada bus kota abaikan keselamatan
Mudik Lebaran 2015, angka kecelakaan menurun 82 persen
Petugas PT KAI berhasil tangkap 14 calo tiket penumpang
Kapolda Metro klaim tingkat kemacetan & kejahatan saat lebaran turun