Terlibat di pasar bebas, pemerintah yakin ekspor naik 60 persen
"Kami mempunyai optimisme yang sangat tinggi."
Pemerintah optimistis perjanjian pasar bebas bisa mendorong peningkatan daya saing Indonesia. Pada gilirannya, ekspor Indonesia diyakini bisa terdongkrak hingga 60 persen.
"Kami mempunyai optimisme yang sangat tinggi," kata Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi, Jakarta, Rabu (23/12).
Bachrul menambahkan, Indonesia memiliki dua keuntungan dengan terlibat di pasar bebas internasional. Yakni pengembangan pasar dalam negeri dan perluasan jaringan luar negeri.
"Tujuannya untuk mendapatkan akses pasar. Apa yang kita lakukan dengan birokrasi, dan reformasi ekonomi adalah untuk meningkatkan daya saing. Sekali kita punya daya saing, kita juga perlu pasar."
Adapun perjanjian perdagangan kini tengah dikaji pemerintah diantaranya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), European Union (EU), dan Trans Pasific Partnership (TPP).
"Kemampuan Indonesia untuk regional value chain ini harus ditingkatkan sehingga mampu bersaing. Inilah bagian dari konteks untuk meningkat di tahap berikutnya, industrialisasi melalui global value chain," jelasnya.
"Maka sejalan dilakukan perbaikan di dalam negeri, kami juga menyiapkan pasar-pasar di luar negeri."
(mdk/yud)