Terlalu cepat turunkan suku bunga bank bikin sektor perbankan mati
Pihaknya mengingatkan kepada pemerintah untuk tak terlalu cepat menurunkan suku bunga kredit.
Pengamat Ekonomi Anton Gunawan menjelaskan penurunan suku bunga kredit terlalu cepat bakal membuat likuiditas perbankan semakin ketat. Apalagi, segmentasi kredit punya karateristik masing-masing.
"Kalau turunkan bunga terlalu cepat akan punya dampak negatif, lebih kepada likuiditas perbankan makin ketat karena kebijakan ini," ujar Anton di Kampus Atmajaya, Jakarta, Senin (21/3).
Ekonom Bank Mandiri ini menegaskan dampak dari turunnya suku bunga bakal terjadi pengeluaran yang tinggi pada perbankan. Bahkan, adanya kelebihan biaya operasional Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM). Selain itu, bunga murah akan membuat biaya membengkak dan tak sebanding dengan bunga yang diberikan.
Pihaknya mengingatkan kepada pemerintah untuk tak terlalu cepat menurunkan suku bunga kredit. Namun, Anton mendukung dengan target kebijakan bunga single digit dengan perlahan.
"Hati-hati jangan kecepatan turunkan suku bunga, negatif signifikan kalau semua (segmen) single digit landing rate, termasuk mikro, karena mau dihitung apapun tidak bisa masuk, baik dari sisi pengumpulan dana, memberikan kredit, akuisisi konsumen, nagihin konsumen. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) saja bakal kewalahan, tutup langsung, jangan terlalu cepat seperti ini, segmen per segmen dululah," pungkas dia.
(mdk/sau)