Terkuak, ini tujuan bos Garuda Indonesia gandeng pilot TNI AU
Pahala menegaskan, kerja sama tersebut dilakukan semata-mata untuk meningkatkan jumlah ketersediaan penerbang Garuda Indonesia. Ini juga sejalan dengan terus naiknya pertumbuhan penerbangan Garuda Indonesia yang berada di kisaran 11-12 persen setiap tahun.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansyuri berencana menggandeng personil TNI Angkatan Udara (AU) untuk turut menerbangkan pesawat komersil miliknya. Kerja sama ini ditegaskan Pahala buka karena adanya ancaman mogok kerja yang dilancarkan serikat pekerja termasuk pilot beberapa waktu lalu.
"Tidak. Memang kan kita setiap tahun berusaha untuk meningkatkan tingkat produksi di Garuda Indonesia," ungkapnya ketika ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Senin (11/6).
Pahala menegaskan, kerja sama tersebut dilakukan semata-mata untuk meningkatkan jumlah ketersediaan penerbang Garuda Indonesia. Ini juga sejalan dengan terus naiknya pertumbuhan penerbangan Garuda Indonesia yang berada di kisaran 11-12 persen setiap tahun.
"Ini yang tentunya upaya kita sebetulnya lebih diarahkan bahwa bagaimana kita meningkatkan produksi tersebut, khususnya pada periode-periode peak season, lebih khusus lagi tentunya bersamaan dengan adanya kebutuhan penerbangan haji," kata dia.
Pertumbuhan produksi yang terus naik, sementara proses mencetak pilot baru yang tidak singkat membuat pihaknya memikirkan alternatif solusi, yakni dengan melibatkan TNI AU.
"Dan untuk bisa mencetak secara cepat butuh waktu yang cukup lama. Jadi, itu memang ada kebutuhan dari kita untuk itu," tandasnya.
Baca juga:
Bos Garuda Indonesia akui adanya keterlambatan penerbangan di mudik Lebaran 2018
Sambangi Bandara Soetta, Bos Garuda bagi-bagi coklat ke penumpang
Garuda Indonesia angkut 1,2 juta penumpang selama mudik Lebaran
Garuda Indonesia masuk top 10 maskapai global dengan catatan ketepatan waktu terbaik
Garuda Indonesia punya program berangkatkan masyarakat kurang mampu ke Tanah Suci