LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Terikat 7 FTA, target penerimaan bea masuk masih bisa tercapai

ekonomi dunia yang masih baik akan mendorong peningkatan impor barang sehingga membuat penerimaan bea masuk terdongkrak

2013-07-06 16:00:00
FTA
Advertisement

Kementerian keuangan yakin target penerimaan bea masuk yang ditetapkan dalam APBN-P 2013 sebesar Rp 30,8 triliun dapat tercapai. Meskipun, sejak Januari lalu, pemerintah sudah terikat oleh tujuh skema kesepakatan perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) yang melibatkan lebih 16 negara.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono mengatakan masih baiknya ekonomi global dan Indonesia akan mendorong peningkatan volume perdagangan dunia. Situasi itu diyakini akan meningkatkan aliran impor barang ke Indonesia sehingga membuat penerimaan bea masuk ikut terdongkrak.

"Melihat perkembangan volume impor dan dutiable-import (barang impor yang dapat dikenakan bea masuk) yang cenderung meningkat cukup tajam dan indikator ekonomi makro lainnya yang masih cukup baik, serta kecenderungan peningkatan impor karena puasa, lebaran, natal, tahun baru, diperkirakan target penerimaan bea masuk tahun ini optimis tercapai," katanya, di Jakarta, Sabtu (6/7).

Advertisement

Untuk meraih target tersebut, Ditjen Bea dan Cukai akan melakukan sejumlah langkah. Diantaranya, meningkatkan pemeriksaan Surat Keterangan Asal (SKA) barang yang terkait FTA.

Data Ditjen Bea dan Cukai Semester I tahun ini menunjukkan, sebanyak 40 persen dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) sudah menggunakan fasilitas FTA. Itu setara dengan 41 persen dari total nilai impor.

Data itu juga memerlihatkan realisasi penerimaan bea masuk hingga 28 Juni mencapai Rp14,4 triliun atau 95,51 persen dari target periode yang sama sebesar Rp 15,1 triliun. Sepanjang semester I, Dutiable import mencapai USD 73,899 Juta, meningkat 3,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD 71,567

Advertisement

Adapun tarif bea masuk rata-rata 2 persen, lebih rendah ketimbang semester I tahun lalu yang mencapai 2,07 persen.

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.