LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Temui Jokowi, Vale Komitmen Investasi Jangka Panjang di Indonesia

Induk usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (23/9). Dalam pertemuan ini, perusahaan komitmen akan investasi jangka panjang di Indonesia.

2019-09-23 21:35:44
Tambang
Advertisement

Induk usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (23/9). Dalam pertemuan ini, perusahaan komitmen akan investasi jangka panjang di Indonesia.

"(Pertemuan) mengenai investasi yang kita mau di Indonesia dan kita mau tinggal di Indonesia jangka panjang," ucap President and CEO Vale Indonesia, Nico Kanter.

Disinggung mengenai tenggat waktu investasi Oktober mendatang, dia menyebut bahwa Presiden Joko Widodo akan membantu proses tersebut.

Advertisement

"Tadi yang ke Pak Presiden itu yang paling penting investasinya kita akan investasi di Indonesia. Untuk divestasi membantu mempercepat prosesnya.

Sebelumnya, Rencana pelepasan saham (divestasi) perusahaan tambang berkode saham INCO, PT Vale Indonesia masih terus didiskusikan. Direktur PT Vale Febriany Eddy mengaku masih menunggu arahan pemerintah terkait perkembangan proses divestasi.

Febriany menyatakan, perusahaan telah menyiapkan seluruh dokumen dan kelengkapan administrasi yang diminta serta sudah mengirim surat formal kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Advertisement

"Divestasi kita sangat proaktif, dari tahun lalu kita sudah kirim surat ke ESDM. Sampai saat ini suratnya belum dibalas secara formal tapi kita sudah diajak meeting beberapa kali oleh Dirjen Minerba (untuk membahas divestasi)," ungkapnya di Sorowako, Sabtu (3/8).

Selain itu, Febriany menyebutkan pemerintah saat ini sedang membentuk tim khusus untuk mendiskusikan divestasi.

Untuk valuasi saham, dirinya menyebutkan pihak kementerian sudah meminta data perusahaan untuk itu. Sementara, metode pembagian saham juga masih dibicarakan.

"Yang jelas kami adalah perusahaan terbuka, jadi harus mematuhi capital market law. Segala metode kita diskusikan, kita terbuka pada semua opsi," tuturnya.

Baca juga:
Ada Larangan Ekspor Nikel, China dan Korsel Ingin Bangun Pabrik di RI
Vendor Otomotif Global, Hella,Tawarkan Solusi Lampu ke Industri Tambang Indonesia
Dua Buruh Tambang Pasir di Karangasem Tewas Tertimpa Runtuhan Tebing
Pemerintah Tak Ingin Terburu-buru Saat Susun Revisi UU Minerba, Inilah Alasannya
Aturan Baru, Perusahaan Tambang Wajib Gunakan Aplikasi MVP untuk Jual Batubara
ESDM Manfaatkan Satelit Lapan Pantau Reklamasi Tambang

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.