LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Temui Jokowi, Mendag AS Bahas Keringanan Bea Masuk Impor

Kunjungan US Secretary of Commerce ke Indonesia ini adalah refleksi dari komitmen AS untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia. Khususnya di bidang ekonomi atau lebih spesifiknya untuk bidang perdagangan dan investasi.

2019-11-06 19:00:51
Presiden Jokowi
Advertisement

Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut salah satunya membahas finalisasi fasilitas Generalized System of Preference (GSP) atau kebijakan untuk meringankan bea masuk impor barang-barang tertentu dari negara berkembang.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, kunjungan US Secretary of Commerce ke Indonesia ini adalah refleksi dari komitmen AS untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia. Khususnya di bidang ekonomi atau lebih spesifiknya untuk bidang perdagangan dan investasi.

"Kita bicara juga mengenai masalah untuk fasilitasi GSP, ini kan sebenarnya masalah yang sudah lama dibahas dan tadi juga ada satu kesepakatan bahwa mungkin awal Desember kita akan mengirim tim untuk bernegosiasi menyelesaikan. Dari apa yang disampaikan oleh Secretary Ross kita optimis bahwa isu yang terkait masalah GSP ini akan selesai dengan baik dengan win win," kata Retno dikutip Antara, Rabu (6/11).

Advertisement

Sebelumnya, Ross bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Pada level Presiden pembahasannya adalah satu mengenai masalah komitmen, yang kedua mengenai kemitraan di dalam mengimplementasikan outlook Indopasifik karena di situ ada beberapa kerja sama bidang infrastruktur dan pengembangan SDM yang dua-duanya dapat dikerjasamakan dengan AS," imbuhnya.

Retno menjelaskan, Presiden Jokowi berharap bahwa AS akan menjadi salah satu dari mitra Indonesia dalam mengembangkan kerja sama baik di bidang infrastruktur maupun di bidang pengembangan SDM.

Advertisement

Peningkatan Kerjasama

Airlangga mengatakan, GSP diharapkan menjadi bagian daripada kerja sama Indonesia-AS dalam 70 tahun. GSP ini menjadi simbol kerja sama. "Jadi ini tentu lebih kepada gesture kerja sama dan diharapkan tentu kerja samanya bisa ditingkatkan dan mereka ingin sharing pengalaman mereka untuk melakukan kegiatan semacam pelatihan," jelasnya.

Selain itu, Jokowi mengharapkan agar kerja sama perdagangan dengan AS bisa meningkat volumenya menjadi USD 60 miliar dalam lima tahun dari saat ini sekitar USD 30 miliar.

"Kemudian juga disampaikan aspirasi untuk mendorong open access untuk furniture dan textile di mana kita punya program kita impor cotton dan wheat yang cukup besar dari AS dimana kalau kita bisa membuka open itu dan Wilbur Ross mengatakan apabila GSP-nya selesai maka kita bisa bicara untuk tambahan-tambahan yang bisa didorong," kata Airlangga.

Dia menambahkan, persoalan GSP diharapkan rampung awal Desember 2019 dengan dikirimkannya tim dari Indonesia untuk membahas hal tersebut dengan AS sehingga bisa tuntas sebelum Natal tahun ini. "Ada beberapa hal sebagian besar 80 persen sudah. Yang masih belum nanti yang terkait dimasukkan dalam omnibus law," tutup Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Mensesneg Pratikno.

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.