Temuan masalah dan solusi pemerintah Jokowi untuk warga Asmat di Papua
Arie menyatakan, kondisi geografis yang didominasi rawa dan ketersediaan air bersih menjadi dua faktor utama yang menjadi permasalahan di Asmat. Dia mengungkapkan tugas utama Kementerian PUPR dalam perbaikan kondisi di Asmat adalah untuk mendorong ketersediaan sarana dan prasarana.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan untuk menangani permasalahan kemiskinan hingga kesehatan di Asmat, Papua adalah ketersediaan infrastruktur. Kementerian PUPR telah menyiapkan sejumlah solusi pembangunan.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, tim gabungan antar-Direktorat Kementerian PUPR telah ditugaskan untuk meninjau langsung kondisi di sana.
Dia menyebutkan, tim yang diturunkan ke Asmat, antara lain, Ditjen Bina Marga, Ditjen Sumber Daya Air, Ditjen Cipta Karya, serta Ditjen Penyediaan Perumahan dan lain sebagainya.
"Tim kami adalah tim gabungan, kita tim advance yang melihat kondisi di sana. Kemudian membuat solusi, karena masalah di sana adalah masalah infrastruktur terbatas, seperti juga yang dikatakan Pak Presiden (Joko Widodo)," ungkapnya dalam acara konferensi pers di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (8/2).
Arie menyatakan, kondisi geografis yang didominasi rawa dan ketersediaan air bersih menjadi dua faktor utama yang menjadi permasalahan di Asmat. "Di sana sulit dapat air, karena endapan sedimennya rata-rata 200 meter. Di sana memang ada satu sumur bor tapi airnya payau," ucapnya.
Oleh sebab itu, untuk menangani hal ini, pihaknya akan memanfaatkan curah hujan yang memang tinggi di wilayah tersebut. Air hujan akan ditampung untuk digunakan kebutuhan sehari-hari.
"Di sana curah hujan cukup tinggi 4.000 milimeter per tahun. Bulan kering hanya tiga bulan, sisanya bulan basah. Hanya ada satu tantangan, air hujan itu miskin mineral, bagaimana supaya dia sehat," ujar dia.
Selain itu, saat kondisi rawa sedang pasang, maka akan ada ombak besar yang membuat akses keluar dari kabupaten tersebut tertutup. Masyarakat akan terisolasi. Oleh sebab itu pihaknya akan membangun prasarana yakni jembatan layang, sehingga akses tidak terganggu oleh pasang.
Dia mengungkapkan tugas utama Kementerian PUPR dalam perbaikan kondisi di Asmat adalah untuk mendorong ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang kesehatan lingkungan, air bersih yang memadai, sanitasi, hingga konektivitas dengan kabupaten lain.
"Yang sangat penting bagaimana infrastruktur yang dibangun oleh kita ini bisa bertahan. Oleh karena itu juga, kami lakukan pendampingan selama 1 tahun mendatang. Kita akan sediakan tenaga pendamping untuk bisa operasikan (infrastruktur)," ujarnya.
Seperti diketahui, Asmat sendiri terdiri dari 23 distrik, pihak Kementerian PUPR melakukan peninjauan di 6 distrik. Dia menjelaskan, Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk dan campak tersebar di seluruh distrik.
"Di sana ada distrik pulau tiga paling banyak sebaran KLB-nya. Kenapa paling banyak? Karena aksesnya paling jauh dari muara," tandas dia.
Baca juga:
Mensos: Paling mendasar saat ini bagaimana bangkitkan semangat hidup di Asmat
Bantu penanganan gizi buruk dan campak, dokter ahli dikirim ke Asmat
Menteri Sosial pastikan akan kirim BEM UI ke Asmat
'Kartu Kuning' Ketua BEM UI berujung ajakan Presiden Jokowi ke Asmat
Jurnalis BBC diusir dari Papua lantaran kicauan soal gizi buruk di Twitter
AJI kecam pengusiran 3 jurnalis BBC Indonesia dari Asmat
Panglima TNI kunjungi anak-anak penderita campak di Asmat