Telur Ayam Masuk Ambon Capai 12,9 Juta Butir, Barantin Maluku Perketat Pengawasan
Sebanyak 12,9 juta butir telur ayam masuk Ambon selama semester I 2026 untuk penuhi kebutuhan masyarakat. Badan Karantina Indonesia (Barantin) Maluku memastikan pengawasan ketat terhadap lalu lintas komoditas peternakan ini demi keamanan pangan.
Kota Ambon menerima pasokan telur ayam dalam jumlah besar selama periode Januari hingga Juni 2026. Tercatat, sebanyak 12.952.557 butir telur ayam masuk ke ibu kota Provinsi Maluku tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dan pelaku usaha. Volume pasokan yang signifikan ini menunjukkan tingginya permintaan terhadap komoditas tersebut di wilayah Ambon.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) Maluku merupakan pihak yang mencatat data lalu lintas komoditas ini. Dokter Hewan Barantin Maluku, drh. Fernandes Penser Purba, menyatakan bahwa telur ayam menjadi komoditas peternakan dengan volume dan frekuensi lalu lintas tertinggi yang masuk ke Ambon pada semester pertama tahun ini.
Pengiriman telur ayam didominasi dari Jawa Timur, dengan total 471 kali pengiriman. Selain telur, komoditas peternakan lain seperti Day Old Chicken (DOC) dan daging ayam juga tercatat masuk ke Ambon, memperlihatkan ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Dominasi Telur Ayam dan Komoditas Peternakan Lain
Berdasarkan data sertifikasi dan pengawasan karantina dari Januari hingga Juni 2026, telur ayam menjadi komoditas paling dominan yang masuk ke Ambon. Total 12,95 juta butir telur ayam ini tiba melalui 471 kali pengiriman, seluruhnya berasal dari Jawa Timur. Angka ini menegaskan peran krusial Jawa Timur sebagai pemasok utama telur untuk Ambon.
Selain telur ayam, Barantin Maluku juga mencatat masuknya 216.150 ekor Day Old Chicken (DOC) atau ayam umur sehari. DOC ini berasal dari Sulawesi Selatan dan diangkut melalui 62 kali pengiriman jalur laut, menunjukkan diversifikasi sumber pasokan komoditas peternakan.
Komoditas daging ayam juga memiliki volume yang besar, mencapai 7.359.305 kilogram. Daging ayam ini dikirim dari Jawa Timur melalui 137 kali pengiriman, menggunakan sistem rantai dingin untuk menjaga kualitas dan keamanan produk hingga tiba di Ambon.
Tingginya arus masuk berbagai komoditas peternakan ini mengindikasikan ketergantungan pasokan Maluku, khususnya Kota Ambon, terhadap daerah sentra produksi di luar wilayah. Jawa Timur dan Sulawesi Selatan menjadi pemasok utama yang vital bagi stabilitas pangan di Ambon.
Peran Strategis Barantin Maluku dalam Pengawasan
Pengawasan karantina memegang peranan sangat penting dalam memastikan seluruh komoditas peternakan yang masuk ke Ambon memenuhi persyaratan kesehatan hewan dan keamanan pangan. Hal ini krusial untuk mencegah penyebaran penyakit hewan dan menjaga kesehatan masyarakat.
Seluruh lalu lintas komoditas tersebut telah melalui prosedur sertifikasi karantina yang ketat. Prosedur ini meliputi pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik, rekomendasi, hingga penerbitan sertifikat kesehatan hewan, sesuai standar yang berlaku.
Drh. Fernandes Penser Purba menegaskan bahwa data ini menunjukkan tingginya mobilitas komoditas peternakan yang diawasi Barantin Maluku. Pihaknya memastikan setiap pengiriman memenuhi standar karantina guna mencegah penyebaran penyakit hewan sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik antarwilayah.
Maluku sebagai Pemasok Komoditas Peternakan Kawasan Timur
Di sisi lain, Provinsi Maluku tidak hanya bergantung pada pasokan dari luar, tetapi juga berperan sebagai daerah pemasok komoditas peternakan ke sejumlah wilayah di kawasan timur Indonesia. Hal ini menunjukkan potensi Maluku dalam kontribusi terhadap ketahanan pangan regional.
Data Barantin Maluku menunjukkan bahwa selama Januari-Juni 2026, terdapat 60.924 butir telur yang dikirim dari Maluku. Destinasi pengiriman meliputi Kabupaten Kaimana, Fakfak, Timika, Mimika, dan Halmahera Tengah, melalui 24 kali pengiriman.
Selain telur, komoditas sapi juga dilalulintaskan dari Maluku mencapai 29.613 ekor melalui 45 kali pengiriman. Sapi-sapi ini dikirim ke Kaimana, Mimika, Jeneponto, Sorong, Wajo, dan Bone, menyoroti peran Maluku dalam penyediaan ternak hidup.
Pengiriman daging ayam dari Maluku tercatat mencapai 36,7 ton melalui 39 kali pengiriman, dengan tujuan utama Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau Weda. Optimalisasi layanan sertifikasi dan pengawasan karantina menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan pangan asal hewan di Maluku dan kawasan timur Indonesia.
Sumber: AntaraNews