LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Teknologi Bayar Tol Tanpa Sentuh Kurangi Kemacetan Jakarta 30 Persen

Pintu masuk ruas jalan tol dalam kota Jakarta mempunyai implikasi kemacetan dengan jalan arteri di sekitarnya. Ini akibat penyempitan ruas jalan menjelang pintu masuk tol.

2023-02-07 13:20:55
Bayar Tol Tanpa Sentuh
Advertisement

Pengamat transportasi dan tata kota Universitas Trisakti Yayat Supriatna menyebut bahwa penerapan teknologi pembayaran tol tanpa sentuh melalui skema Multi Lane Free Flow (MLFF) berpotensi mengurangi kemacetan 30 persen.

Khususnya, kemacetan akan berkurang di tiga ruas jalan, di antaranya jalan S. Parman, Gatoto Subrot, dan MT Haryono.

"Itu kalau misalnya kita bisa menggunakan MLFF masuk tol menggunakan jalan arteri, hambatannya akan hilang berkurang 30 persen kemacetannya," kata Yayat dalam Diskusi Publik Peluang dan Tantangan Implementasi Sistem Bayar Tol Tanpa Henti, Selasa (7/2).

Advertisement

Dia menjelaskan, pintu masuk ruas jalan tol dalam kota Jakarta mempunyai implikasi kemacetan dengan jalan arteri di sekitarnya. Ini akibat penyempitan ruas jalan menjelang pintu masuk tol.

Maka, lamanya waktu transaksi menggunakan kartu uang elektronik membawa dampak antrean kemacetan hingga jalan arteri, khususnya pada beberapa simpul strategis jalan utama di Jakarta.

Penggunaan kartu uang elektronik membutuhkan waktu transaksi sekitar 4 detik dibandingkan transaksi manual 10 detik. Kata Yayat, justru dengan penggunaan MLFF manfaatnya sangat besar karena bisa menghilangkan waktu antrian menjadi nol detik.

Advertisement

"Kalau 1 detik jadi nol hambatannya akan hilang (kemacetan)," imbuhnya.

Alhasil, berkurangnya kendaraan di setiap pintu tol dalam kota akan berdampak pada berkurangnya kemacetan pada ruas jalan utama di Jakarta, dan bertambah lancarnya arus lalu lintas pada jam-jam padat.

Namun, yang menjadi persoalan adalah apakah sistem ini fokus pada masalah model transaksi yang berpotensi ada risiko kerugian seperti abuse atau penyalahgunaan oleh pengguna, atau kelemahan sistem pada penerapan tarif denda yang diberikan kepada setiap pelanggar aturan, serta peran Polri dalam tindak lanjut terjadinya pelanggaran.

"Di luar negeri lebih mahal, pertanyaannya merasionalkan cara berpikir orang kalau masuk tol ada aturan. Kalau di luar negeri itu dikasih sanksi setinggi-tingginya, karena tol itu jalan pilihan," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.