LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tekan kerugian Pertamina, pemerintah ogah pangkas harga premium

"Pertamina melaporkan kekurangan bayar sebesar Rp 13 triliun hingga saat ini."

2015-09-06 16:32:14
BBM Subsidi
Advertisement

Pemerintah sengaja tak menurunkan harga premium meski harga minyak dunia sedang menurun. Ini dilakukan guna menekan kerugian Pertamina dalam penjualan premium.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi dalam "Energi Kita", diskusi mingguan yang digagas Sewatama, RRI, merdeka.com, IJTI, IKN di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (6/9).

"Sekarang tidak bisa kita turunkan. Karena kami harus menutupi kekurangan bayar yang dilaporkan Pertamina ke pemerintah."

Advertisement

Hingga saat ini, Pertamina menderita kerugian penjualan premium sebesar Rp 13 triliun.

Menurut Agus, pemerintah sudah menurunkan harga premium dua kali dalam sebulan. Yaitu, pada 19 Januari 2015 dari Rp 7.600 per liter menjadi Rp 6.600 per liter. Dan, 15 Februari dari Rp 6.600 per liter menjadi Rp 6.400 per liter.

"Hitungan tersebut melalui kesepakatan dengan DPR selama satu bulan penuh,"

Advertisement

Kemudian, lanjutnya, harga minyak dunia merangkak naik pada Maret dan Juni 2015. Namun, pemerintah hanya sekali menaikkan harga premium dari Rp 6.400 per liter menjadi Rp 7.300 per liter.

"Seharusnya pemerintah menaikkan harga Premium pada saat itu (Juni). Tetapi, tidak kami lakukan. Kami sepakat untuk tidak menaikkan harga BBM. Akibatnya Pertamina melaporkan kekurangan bayar sebesar Rp 13 triliun hingga saat ini," katanya.

Agus menambahkan pemerintah dan DPR telah sepakat evaluasi harga BBM dilakukan enam bulan sekali dari sebelumnya sebulan sekali. Sekedar mengingatkan, pemerintah memutuskan harga premium mengikuti dinamika pasar.

Sementara, solar masih disubsidi sebesar Rp 1.000 per liter.

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.