Tekan kemiskinan RI, Bappenas gelar forum keperantaraan
Forum keperantaraan berperan sebagai awal dari penjajakan potensi komitmen yang nantinya dapat dibangun para pihak terkait. Di mana forum ini menjadi wadah untuk menganalisis secara bersama tantangan yang masih menghambat dan tindak lanjut yang diperlukan.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menggelar Forum Keperantaraan guna mendorong dan mengangkat potensi wilayah sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menuntaskan kemiskinan.
Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati mengungkapkan, forum keperantaraan berperan sebagai awal dari penjajakan potensi komitmen yang nantinya dapat dibangun para pihak terkait. Di mana forum ini menjadi wadah untuk menganalisis secara bersama tantangan yang masih menghambat dan tindak lanjut yang diperlukan.
"Ini lah salah satu wujud pemberdayaan melalui kolaborasi seluruh pihak sebagai langkah maju dari upaya yang telah dilakukan pemerintah dengan memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat. Sehingga diharapkan kemandirian masyarakat benar-benar dapat diwujudkan dan kemiskinan secara signifikan dapat diturunkan," ujarnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (30/5).
Vivi mengatakan, seiring dengan tren ekonomi global, dengan menjamurnya bisnis rintisan (start-up) sebagai pemangku kepentingan ekonomi patut diperhitungkan. Sebab pemerintah Indonesia juga melibatkan para pelaku bisnis start-up tersebut dengan turun langsung ke wilayah-wilayah potensial di daerah yang relatif miskin.
"Start-up sebagai kelempok menengah. Tentu kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi impian kita dalam percepatan pengembangan ekonomi lokal. Kolaboroasi salah satu upaya kita ingin bangun berkelanjutan," imbuhnya.
Dengan demikian, Vivi berharap, melalui forum keperantaraan ini akan mampu memetakan dan memberikan rekomendasi solusi sehingga ekonomi masyarakat miskin dapat lebih maju dan kemiskinan satu digit dapat tercapai.
"Kami sangat berharap pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa berlangsung, sehingga ketimpangan kemiskinan dapat dilakukan. Kolaborasi peran para pihak sebagai upaya menciptakan dan mengembangkan usaha secara lebih berkeadilan dan berkesinambungan," jelasnya.
Vivi menambahkan, peluang sekaligus tantangan besar masyarakat saat ini adalah dengan pemanfaatan sumber daya pertanian dan perkebunan yang cukup besar. Menurut dia dengan potensi sumber daya alam yang besar tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat miskin di Indonesia.
Indonesia sendiri dikenal sebagai produsen terbesar minyak kelapa sawit, cokelat, kelapa dan buah-buahan di seluruh dunia. Indonesia juga berperan sebagai produsen beras terbesar ketiga, produsen singkong terbesar ketiga, produsen kopi terbesar ketiga.
Dengan sebatas komoditas itu saja, lanjut Vivi masyarakat Indonesia yang hidup diperdesaan seharusnya dapat lebih menikmati manfaat ekonomi dari besarnya ekspor Indonesia. Namun yang terjadi menurutnya justru sebaliknya.
"Namun mengapa hal itu nampaknya belun terjadi? Bagaimana pula dengan melimpahnya sumber daya sektor kelautan dan perikanan?," tandasnya.
Baca juga:
Idrus targetkan angka kemiskinan turun jadi 9 persen di akhir periode Jokowi
Bos Bappenas beberkan kontribusi masyarakat tekan stunting di Indonesia
Perkembangan utang, investasi, hingga proyek strategis nasional Jokowi-JK hingga 2018
Pemerintah Jokowi target tak ada desa tertinggal di Indonesia pada 2019
Program JKN-KIS selamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan di 2016