LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tekan Impor Aspal, Semen Indonesia Tawarkan Teknologi Beton

Seperti pada kebutuhan infrastruktur jalan, Adi mengatakan Indonesia masih harus impor aspal dengan porsi 71 persen dari total kebutuhan. Dengan demikian, hanya sebagian kecil saja kebutuhan aspal yang bisa dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri.

2020-02-11 20:33:29
Semen Indonesia
Advertisement

Direktur Pemasaran & Supply Chain Semen Indonesia, Adi Munandir menyindir pihak yang masih masif mendatangkan aspal impor untuk keperluan pembangunan infrastruktur yang kini tengah digencarkan.

Seperti pada kebutuhan infrastruktur jalan, Adi mengatakan Indonesia masih harus impor aspal dengan porsi 71 persen dari total kebutuhan. Dengan demikian, hanya sebagian kecil saja kebutuhan aspal yang bisa dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri.

"Bayangkan kita harus impor USD 421 juta di 2018. 56 persen dari konsumsi tersebut adalah untuk road maintenance, untuk perbaikan jalan," ungkap dia dalam acara Corporate Rebranding Semen Indonesia Group di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (11/2).

Advertisement

Menurutnya, perilaku tersebut dapat menyebabkan negara kecanduan impor aspal dari luar negeri, sehingga tak mampu memproduksi secara mandiri.

"Itu akan tumbuh menjadi lebih besar. Ketergantungan dari negara lain jadi isu. Maka kita punya masalah tentang kemandirian, tentang independensi," tegasnya.

Advertisement

Tawarkan Teknologi Beton

Menindaki kasus ini, dia coba menawarkan solusi pemanfaatan beton sebagai bahan substitusi aspal. Beton juga disebutnya jadi salah satu opsi menanggulangi industri semen yang sudah berstatus oversupply.

"Aspal dan beton bisa saling mensubstitusi. Jalan menggunakan aspal harus impor 71 persen, kalau kita ubah dengan beton, beton punya kemampuan kekuatan lebih panjang, setiap tahun tidak perlu dilakukan perbaikan major seperti aspal," jelasnya.

"Beton memiliki kekuatan yang lebih baik. Secara long time jelas beton punya peluang lebih baik. Berapa yang kita bisa hemat dari impor aspal, USD 244 juta. Untuk jalan 8 704 km, kita bisa hemat hemat Rp 106 triliun," tutupnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.