Tekan biaya operasional, Garuda Indonesia tunda pemesanan pesawat baru
"Kita semua sudah sepakat akan lakukan penundaan pesawat, jadi memang kalau dilihat dari rencana kita, mungkin hingga akhir tahun ini jumlah moda pesawat kita tetap sama yakni sekitar 202 pesawat."
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan menunda pemesanan pesawat baru. Keputusan ini diambil sebagai upaya menekan biaya operasional yang dikeluarkan oleh perseroan. Penundaan ini sebagai dampak melemahnya nilai tukar Rupiah dan tingginya harga bahan bakar pesawat atau avtur.
"Kita semua sudah sepakat akan lakukan penundaan pesawat, jadi memang kalau dilihat dari rencana kita, mungkin hingga akhir tahun ini jumlah moda pesawat kita tetap sama yakni sekitar 202 pesawat," ucap Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury di Gedung Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (30/7/).
Pahala menyebut bahwa pihaknya secara seksama memperhatikan fluktuasi perkembangan harga avtur ke depannya. Oleh karena itu, Pahala akan lakukan fuel saving dan fuel hedging dengan rasio lindung nilai (hedging) sampai 50 persen.
"Jika fuel ini naik sampai 12 persen dan porsinya 35 persen, tambahan biaya kita nanti bisa terpengaruh hingga 4 persen-an. Jadi nanti kita cek apakah fuel ini ke depannya bakal naik terus atau tidak," tegasnya.
Melihat kondisi saa tini, Pahala akan akan terus mengevaluasi target pertumbuhan laba perusahaan. "Jadi memang kita lagi dalam proses review, target awal kita tahun ini adalah untung USD 8 - USD 10 juta," tandasnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Semester I-2018, kerugian Garuda Indonesia turun jadi Rp 1,6 triliun
Kinerja Garuda Indonesia semester I tertekan harga avtur dan pelemahan Rupiah
Siap IPO, GarudaFood gelar mini ekspose minggu depan
Garuda Indonesia siap angkut 34.112 calon jemaah haji asal Jateng dan DIY
Janji Garuda Indonesia usai rencana mogok kerja pilot dibatalkan