LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tiket Pesawat Mahal, Jumlah Wisatawan Nasional Turun Signifikan

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kenaikan tiket pesawat dalam beberapa waktu belakangan merugikan pariwisata Indonesia. Hal ini sebagian besar terjadi karena kenaikan mendadak yang dilakukan oleh pihak maskapai. Salah satu daerah yang paling besar terdampak adalah Lombok.

2019-02-11 14:37:09
Tiket Pesawat
Advertisement

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kenaikan tiket pesawat dalam beberapa waktu belakangan merugikan pariwisata Indonesia. Hal ini sebagian besar terjadi karena kenaikan mendadak yang dilakukan oleh pihak maskapai.

"Saya ingatkan juga ke rekan industri, ini tidak hanya mempengaruhi industri airline. Ujungnya dulu, semua dirugikan. Industri pariwisata dirugikan," ujar Menpar Arief di Grand Sahid, Jakarta, Senin (11/2).

Menpar Arief mencontohkan, salah satu daerah yang paling besar terdampak adalah Lombok. Okupansi atau minat melakukan perjalanan ke daerah tersebut kian menurun.

Advertisement

"Sudah. Tadi saya sebutkan contoh Lombok okupansinya tinggal 30 persen. Kemarin juga di Riau, Batam, hampir seluruh Indonesia," jelasnya.

Dia melanjutkan, wisatawan yang paling terdampak akibat kebijakan mendadak tersebut adalah wisatawan dalam negeri. Sementara wisatawan luar negeri cenderung tidak terdampak karena memiliki maskapai yang didatangkan dari luar Indonesia.

"Dan ini impact terbesar kebetulan untuk wisatawan nusantara. Sedangkan wisatawan mancanegara, orang datang dari luar tidak terimpact secara langsung karena tarif lebih dilakukan oleh airline dari luar," jelasnya.

Advertisement

Menpar Arief menambahkan, maskapai hendaknya mempertimbangkan terlebih dahulu besaran tarif yang akan dikenakan sebelum menerapkan kepada masyarakat. Sebab, kenaikan tarif secara mendadak cenderung membuat konsumen kaget.

"Poin saya apa, kalau mau melakukan kenaikan tarif tiket pesawat jangan dilakukan secara besar dan mendadak. Sesuatu yang besar dan mendadak pasti efeknya akan relatif tidak bagus apalagi untuk kenaikan. Kalau mau penurunan boleh mau besar dan mendadak juga boleh," tandasnya.

Baca juga:
Kemenhub Bantah Penurunan Penumpang Pesawat Karena Kenaikan Harga Tiket dan Bagasi
Kemenhub Tindaklanjuti Mahalnya Tarif Kargo Pesawat
Februari, Harga Tiket Pesawat Domestik Tetap Lebih Mahal Dibanding Luar Negeri
Survei: Harga Tiket Pesawat Jakarta - Medan Lebih Mahal Dibanding Keluar Negeri
Kemenhub Evaluasi Penerapan Bagasi Berbayar Lion Air dan Wings Air
Tiket Pesawat, Ikan Segar dan Beras Sumbang Inflasi Januari 2019
Citilink Tepis Rumor Dugaan Praktik Kartel Tiket Pesawat

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.