LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Target pertumbuhan ekonomi 2019 sulit tercapai, ini sebabnya

"Saya pikir ke depan banyak sekali nuansa politik dan banyak menteri yang nyaleg pasti konsentrasinya terpecah. Presiden Jokowi sendiri akan disibukkan oleh kepentingannya mencalonkan kembali dirinya sebagai presiden."

2018-08-19 19:20:00
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen di 2019 dinilai akan sulit tercapai, meski angka tersebut lebih rendah dari target tahun ini yang sebesar 5,4 persen.

Deputi Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Misbah Hasan mengatakan, ekonomi Indonesia tahun depan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres). Selain itu, dengan majunya kembali Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden, maka konsentrasi pemerintah juga akan terpecah.

"Saya pikir ke depan banyak sekali nuansa politik dan banyak menteri yang nyaleg pasti konsentrasinya terpecah. Presiden Jokowi sendiri akan disibukkan oleh kepentingannya mencalonkan kembali dirinya sebagai presiden," ujar dia di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (19/8).

Advertisement

Sementara itu, penyaluran dana desa yang selama ini menjadi diharapkan menjadi pendorong daya masyarakat di pedesaan juga dinilai masih belum optimal. Meski, pada tahun depan alokasi dana desa dinaikkan menjadi Rp 73 triliun dari Rp 60 triliun di tahun ini.

"Kalau melihat data kemarin dana desa yang disalurkan bisa dinikmati oleh masyarakat desa, tetapi kelompok yang menikmati hanya elit-elit desa. Ini dibuktikan dengan kesenjangan di desa semakin melebar. Jadi siapa yang menikmati dana desa itu perlu dipertanyakan. Pemerintah mendorong program padat karya tunai tapi belum bisa diukur seberapa efektif (mendorong daya beli masyarakat desa)," jelas dia.

Oleh sebab itu, Misbah menyatakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen di tahun depan dinilai berat untuk bisa dicapai. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2019 hanya mencapai 5 persen.

Advertisement

"Dengan target 5,3 persen, dari sisi angka pertumbuhan sebelumnya (di tahun ini) itu realistis. Tapi dengan dinamika politik di tahun depan, saya pesimis bisa tercapai. Jadi agak berat. Mungkin yang agak realistis itu 5 persen, dengan pertimbangan kondisi politik di 2019," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ini alasan pemerintah patok pertumbuhan ekonomi 2019 lebih rendah dibanding 2018
Pasca gempa, pertumbuhan ekonomi NTB diperkirakan minus
Hadapi gejolak global, pemerintah disarankan lebih agresif dalam kebijakan moneter
Ekonom nilai target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen di 2019 realistis
Sri Mulyani bocorkan pemicu pertumbuhan ekonomi 5,3 persen di 2019
Nota Keuangan RAPBN 2019: Belanja Negara tembus Rp 2.439 Triliun

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.