Target Pemerintah di Era Digital: Orang Bisa Mengeluh Kapan Saja dan Ditanggapi
Deputi II Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Yanuar Nugroho, menegaskan pentingnya implementasi teknologi di era digital untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Implementasi teknologi dalam tata kelola pemerintahan dan birokrasi ujung-ujungnya harus bermuara pada makin mudahnya masyarakat mendapatkan pelayanan.
Deputi II Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Yanuar Nugroho, menegaskan pentingnya implementasi teknologi di era digital untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Implementasi teknologi dalam tata kelola pemerintahan dan birokrasi ujung-ujungnya harus bermuara pada makin mudahnya masyarakat mendapatkan pelayanan.
Selain itu juga memudahkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka. "Orang makin percaya pada pemerintah. Karena bisa mengeluh kapan saja, bisa protes apa saja, dan ditanggapi. Tembok tebal yang memisahkan birokrasi dengan rakyat dihancurkan," jelasnya, dalam Forum Merdeka Barat, di Kementerian PAN-RB, Jakarta, Kamis (8/8).
Menurut dia, keberhasilan implementasi teknologi digital di sektor pemerintah tidak diukur dari aplikasi digital yang dimiliki atau terpasang di lembaga pemerintah. "Anda punya mobile phone, punya smartphone tidak berarti anda langsung cerdas lho. Sama. Menginstal komputer atau pasang aplikasi di kementerian, tidak langsung kementerian itu cerdas," kata dia.
"Tujuan pemerintah elektronik yang nanti ujungnya ASN harus cerdas itu, kriteria keberhasilannya tanda bahwa itu berhasil bukan berapa banyak aplikasi elektronik yang dipasang," lanjut dia.
Keberhasilan implementasi teknologi, atau e-government mesti dilihat dari dampaknya kepada masyarakat. Sebab, implementasi teknologi harus memiliki manfaat langsung yang dinikmati masyarakat.
"Tapi manfaat langsung untuk publik itu kelihatan tidak. Reforma agraria jalan tidak? Bantuan sosial tepat sasaran atau tidak, SDGs tercapai atau tidak dan seterusnya," tegas dia.
"Jadi sekali lagi indikator keberhasilan pemerintah dalam zaman digital ini bukan karena otomatisasi, tapi lebih dekat ke rakyat, trust terbangun," tambahnya.
Baca juga:
Kerek Investasi, ESDM Luncurkan Perizinan Online Satu Pintu
Kemenkeu Dorong Digitalisasi Tempat Pelayanan Terpadu Ditjen Pajak
Modus Sindikat Penjual NIK dan KK Kumpulkan Data
LPS Beberkan Alasan Uang Beredar di Indonesia Terus Melambat
Pengusaha Ajak Bank Indonesia Masuk Dalam Ekosistem Mata Uang Digital
Bos Bappenas: Blockchain Optimalkan Distribusi Dana Desa
Kadin: Teknologi Blockchain Bakal Pangkas Biaya Logistik