Tantangan Indonesia Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen
Corporate Secretary & Chief Economist Bank Negara Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto memperkirakan prospek ekonomi Indonesia 2019 tetap baik dengan stabilitas terjaga. Pertumbuhan ekonomi 2019 diproyeksikan berada pada kisaran 5,0 hingga 5,4 persen.
Corporate Secretary & Chief Economist Bank Negara Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto memperkirakan prospek ekonomi Indonesia 2019 tetap baik dengan stabilitas terjaga. Pertumbuhan ekonomi 2019 diproyeksikan berada pada kisaran 5,0 hingga 5,4 persen.
Namun demikian, Ryan menegaskan ada beberapa risiko yang harus dihadapi oleh Indonesia. Baik berasal dari eksternal maupun domestik.
Risiko eksternal di antaranya adalah ekonomi global dan volume perdagangan yang semakin melambat, ketegangan perdagangan yang berlanjut, geopolitical terutama ketidakpastian Brexit dan harga komoditas yang turun.
"Perlambatan ekonomi global, perang dagang belum selesai dan perlambatan ekonomi China. Kombinasi ini membuat kita hadapi risiko secara terbuka," kata dia dalam acara pelatihan wartawan Bank Indonesia, di Yogyakarta, Sabtu (23/3).
Kemudian, risiko dari sisi internal atau domestik adalah kondisi defisit transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD). Kendati demikian, dia optimis target pertumbuhan ekonomi di tahun ini dapat tercapai.
"Kami optimis pertumbuhan ekonomi kita bisa di atas 5 persen, perkiraan saya 5,2 persen," jelasnya.
Sementara itu, inflasi dipastikan tetap terkendali dalam kisaran 3,5 persen plus minus satu persen. Kredit perbankan diperkirakan tumbuh mendekati batas 10 hingga 12 persen dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh dalam kisaran 8 hingga 10 persen.
"Sinergi kebijakan untuk memperkuat ekspor, kinerja sektor pariwisata, dan mengendalikan impor akan berdampak pada defisit CAD 2019 menuju 2,5 persen terhadap PDB," tutupnya.
Baca juga:
10 Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Terbaik dan Terburuk
Menteri Rini: Utang Tak Masalah Asal untuk Hal Produktif
Bos Krakatau Steel Sesalkan Anak Buah Terlibat OTT
Pemilu Sumbang Pertumbuhan Ekonomi 0,3 Persen
5 Ikan Termahal di Dunia, Ada yang Dibanderol Rp 5,6 M per Ekor
Bos Jasa Marga: Tol Ruas Pandaan-Malang Dibuka Mei 2019
Saham Boeing Tergelincir 2,8 Persen, Ini Penyebabnya