Tambah pesawat dari Boeing, Lion Air tunggu hasil audit Kemenhub
Pasca insiden jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan pertemuan intensif dengan pihak Lion Air dan produsen pesawat Boeing.
Pasca insiden jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan pertemuan intensif dengan pihak Lion Air dan produsen pesawat Boeing.
"Kita sudah lakukan pertemuan dengan Boeing manufaktur pesawat ini, dan tentunya ada beberapa hal yang menjadi catatan nanti kita informasikan, sekarang masih belum tuntas, apa saja nanti kita simpulkan," kata Direktur Operasional Lion Air, Capt Daniel Putut, saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Minggu (4/11).
Daniel mengatakan, pertemuan secara insentif ini juga berkaitan dengan hubungan bisnis antara Lion Air dan Boeing ke depan. Sebab, Lion Air direncanakan akan menambah pesawat Boeing 737 max 8 sebanyak 50 hingga 2027. Sementara, saat ini baru ada 11 pesawat Boeing 737 di antaranya satu dioperasikan Garuda Indonesia, dan 10 sisanya merupakan milik Lion Air.
"Kami dengan Boeing akan membicarakan hal itu, makanya nanti kita simpulkan dulu," kata Daniel.
Sementara itu, saat ditanya mengenai penjadwalan ulang mengenai rencana penambahan pesawat tersebut dirinya masih menunggu keputusan dari Kemenhub. Sebab, Kemenhub sendiri masih menyelesaikan proses audit atas insiden kecelakaan pesawat tersebut.
"Kalau kita diminta reschedule ya kami akan lakukan," kata dia.
Baca juga:
Sepekan evakuasi Lion Air jatuh, 105 kantong jenazah diterima RS Polri
Hari ini, Tim SAR upayakan angkat turbin dan ban pesawat Lion Air
Tanggapan Lion Air soal manipulasi gaji
Unggah hoaks kecelakaan Lion Air, wanita 30 tahun ditangkap
Menhub Budi periksa kelayakan Boeing 737 Max 8 milik Lion Air
Penjelasan Kapushidrosal, jauhnya jarak temuan tubuh korban dan titik jatuh Lion Air