Tambah nasabah, BTN bidik pelanggan PT Pos Indonesia
Kerja sama dengan PT Pos merupakan salah satu strategi penetrasi pasar untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
Perusahaan-perusahaan BUMN semakin gencar melakukan sinergi untuk memperkuat bisnisnya. Salah satunya dilakukan Bank Tabungan Negara (BTN) dengan PT Pos Indonesia (Persero) dalam bentuk Joint Planning Session (JPS) 2014.
Direktur Utama BTN Maryono mengakui, PT Pos sebagai mitra strategis untuk mempertajam bisnis. Dia yakin hasil sinergi dua perusahaan ini bisa meningkatkan kinerja bisnis secara maksimal.
Maryono menuturkan, kerja sama dengan PT Pos Indonesia merupakan salah satu strategi penetrasi pasar untuk meningkatkan daya saing perusahaan melalui kerja sama aliansi strategis. PT Pos sudah sangat dikenal masyarakat, terutama yang berada di pelosok-pelosok tanah air yang tidak tersentuh oleh layanan bank.
Keunggulan itu yang jadi salah satu alasan BTN menggandeng PT Pos. Sebenarnya, sudah sejak lama dua perusahaan pelat merah ini menjadi mitra bisnis. Rekam jejak kerja sama keduanya dimulai sejak 2005.
"Kami ingin bagaimana Bank BTN dapat masuk ke seluruh pelanggan PT Pos di seluruh tanah air. Menciptakan sebuah produk berbasis teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cepat, di mana saja dan kapan saja. Menjual semua fasilitas dan layanan perbankan melalui jaringan online yang dimiliki PT Pos," ujar Maryono melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Kamis (20/2).
Per Desember 2013, setidaknya ada 2.922 kantor pos yang tersebar di seluruh Indonesia telah terhubung secara online dengan Bank BTN. Lebih dari Rp 1,9 triliun penghimpunan dana Bank BTN diperoleh dari kerja sama yang sudah dilakukan sejak 2005. Jumlah rekening tabungan yang dikelola sampai dengan Desember 2013 tercatat mencapai lebih dari 2 juta rekening.
Untuk jumlah transaksi telah mencapai hampir 1,5 juta transaksi. "Ini adalah potensi bisnis yang berpeluang untuk meningkatkan hasil usaha perseroan. Tidak saja Bank BTN, tetapi manfaatnya juga akan berdampak pada bisnis PT Pos," jelasnya.
(mdk/noe)