Tak sepaham, Greenpeace putus kerja sama dengan April
Setelah satu tahun lebih Greenpeace mencoba bekerja sama dengan April dan perusahaan induknya RGE, tapi dibutuhkan transparansi dan tindak lanjut yang konsisten pada seluruh komitmen keberlanjutan.
Juru kampanye Hutan Greenpeace, Rusmadya Maharuddin mengatakan, Greenpeace telah menghentikan keterlibatannya dengan Stakeholder Advisory Committee (SAC) April. Sebab, April berulangkali dan secara konsisten telah menyesatkan SAC dan kelompok kerja para ahli gambut terkait dengan berlanjutnya pembangunan kanal-kanal di konsesinya di Pulau Padang.
"Jika perusahaan tidak bisa dipercaya untuk menyediakan informasi yang akurat, jelas dan dapat dipercaya terkait dengan operasinya, maka tidak ada gunanya untuk melanjutkan keterlibatan dengan perusahaan ini sekarang," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (13/12).
Setelah satu tahun lebih Greenpeace mencoba bekerja sama dengan April dan perusahaan induknya RGE, tapi dibutuhkan transparansi dan tindak lanjut yang konsisten pada seluruh komitmen keberlanjutan. "Pada saat ini grup RGE tidak bisa dipercaya untuk dapat memenuhi komitmennya," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Director Corporate Affairs April Agung Laksamana mengatakan, April sangat berkomitmen penuh dalam menjalankan Sustainable Forest Management Policy (SFMP 2.0) dan mendukung kebijakan pembangunan berkelanjutkan pemerintah Indonesia.
"Kami terus bekerja sama dengan Stakeholder Advisory Committee (SAC) yang selama ini telah memberikan arahan dan pengawasan terhadap implementasi kebijakan perusahaan," kata Agung.
Selain itu, perseroan juga kerja sama dengan Independent Peat Expert Working Group (IPEWG) untuk mengembangkan strategi jangka panjang dan peta jalan (roadmap) bagi pengelolaan lahan gambut yang bertanggung jawab.
"Kami tidak akan pernah secara sengaja menyesatkan SAC, IPEWG atau pun pemangku kepentingan lainnya" tegasnya.
Menurutnya, April tetap terbuka untuk turut serta berinteraksi dengan Greenpeace. Perspektif yang telah diberikan oleh mereka telah sangat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi berbagai celah dan area untuk berbagai perbaikan yang ditindaklanjuti selama ini.
"Diskusi dengan Greenpeace masih berlanjut," pungkasnya.
Baca juga:
Peringati Harbolnas, pameran ini jual barang seharga Rp 121
Harga gas turun, Kadin target pertumbuhan tahun depan 7 persen
Penurunan harga gas disebut tak sesuai harapan Presiden Jokowi
ESDM beri sinyal penurunan harga gas untuk industri kaca & keramik
Indonesia butuh peta jalan industri untuk jadi bangsa pemenang
Kemenperin usul pengembangan pesawat jarak menengah masuk PSN
Perizinan berbelit buat ratusan industri jamu gulung tikar