Tak Mau Kecolongan, DPR Minta Transparansi Mentan Syahrul
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi IV DPR Sudin, menyinggung soal transparansi data pada kepemimpinan menteri pertanian periode sebelumnya. Berkaca dari hal tersebut, dia meminta capaian produksi komoditas pertanian disampaikan menggunakan angka yang riil.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memanggil Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam Rapat Dengar Pendapat untuk membahas program kerja Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2020 pada Senin (17/02).
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi IV DPR Sudin, menyinggung soal transparansi data pada kepemimpinan menteri pertanian periode sebelumnya. Berkaca dari hal tersebut, dia meminta capaian produksi komoditas pertanian disampaikan menggunakan angka yang riil.
"Komisi IV meminta capaian produksi komoditas pertanian disampaikan menggunakan angka yang riil, bukan data yang diolah untuk tujuan tertentu, sehingga menimbulkan kerancuan di masyarakat," ucap Sudin.
Sudin menjelaskan Menteri Pertanian harus dapat mencermati soal transparansi data, sehingga data tersebut mencerminkan produksi komoditas pertanian yang realistis.
"Kami meminta kepada Saudara Menteri Pertanian agar mencermati hal di atas dan saya tegaskan, untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang pernah dilakukan pada masa periode lalu," kata dia.
Dalam rapat tersebut, Komisi IV juga meminta agar Kementerian Pertanian melakukan evaluasi pada sejumlah program dan kegiatan yang dilakukan pada periode 2015-2019.
Sumber: Liputan6
Reporter: Pipit Ramadhani
Baca juga:
Mentan Syahrul Yasin Limpo Raker dengan Komisi IV
Mentan: Mau Ada Virus Corona atau Tidak, Stok Bawang Putih Aman
Mentan: Harga Bawang Putih Naik Karena Kepanikan Masyarakat
Menguak Penyebab Mahalnya Harga Bawang Putih, Karena Virus Corona?
Pemerintah Buka Keran Impor Bawang Putih 103.000 Ton dari China
Modernisasi Pertanian
Kementerian Pertanian (Kementan) terus menyiapkan sarana dan prasarana menghadapi bonus demografi yang diperkirakan mencapai 64 persen. Pasalnya, bonus ini akan menghadirkan besarnya komposisi usia produktif ketimbang usia non produktif.
"Karena itu, kami terus membuat kebijakan dan program terobosan seperti mentransformasi pertanian tradisional menjadi modern serta meningkatkan kualitas SDM," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan, Ketut Kariyasa, Jumat (12/7).
Kariyasa mengatakan, melalui modernisasi sektor pertanian menjadi menarik karena serba teknologi dan digital. Terobosan ini juga diharapkan membuka mata anak muda untuk terjun langsung ke sektor pertanian.
"Apalagi sejak tahun 2014, Kementan telah mendistribusikan bantuan alat mesin pertanian dalam jumlah besar, yakni lebih dari 400 ribu unit," katanya.
Kariyasa mengatakan, seluruh bantuan terbukti telah memberi manfaat besar, terlebih untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Namun disisi lain, bantuan dan bonus itu dapat memberi ancaman jika tidak dikelola dengan baik.
"Terutama dari aspek penyediaan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan SDM," katanya.
(mdk/did)