LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tak Hanya ke Negara, Jusuf Hamka juga Sempat Tagih Utang ke Guru Kimia

Tak hanya menagih utang ke negara, Jusuf Hamka ternyata juga pernah menagih utang kepada guru kimia di sebuah sekolah. Cerita bermula ketika ada seorang guru kimia yang datang kepadanya untuk meminjam sejumlah uang untuk membayar sekolah anaknya.

2023-06-09 11:00:54
Jusuf Hamka
Advertisement

Baru-baru ini pengusaha jalan tol Jusuf Hamka mengaku lelah menagih utang ke pemerintah karena tak kunjung dibayar. Mulanya utang pemerintah saat krisis moneter tahun 1998 hanya sekitar Rp170 miliar. Namun karena belum dibayarkan selama 25 tahun lalu, nilainya bengkak menjadi Rp1,4 triliun.

"Kalau sekarang sudah lebih dari Rp800 miliar, Rp1,4 triliun sudah sama pokoknya," kata Jusuf saat dihubungi merdeka.com, dikutip Jumat (9/6).

Utang tersebut merupakan dana deposito perusahaan milik Jusuf Hamka yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) di Bank Yakin Makmur (YAMA). Namun terjadi krisis moneter 1998 yang membuat Bank YAMA mengalami kebangkrutan sehingga pemerintah memberikan memberikan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Adanya suntikan dana ini membuat deposito yang ada di Bank YAMA seharusnya menjadi tanggungan pemerintah.

Advertisement

Tak hanya menagih utang ke negara, Jusuf Hamka ternyata juga pernah menagih utang kepada guru kimia di sebuah sekolah. Cerita bermula ketika ada seorang guru kimia yang datang kepadanya untuk meminjam sejumlah uang untuk membayar sekolah anaknya.

"Waktu PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ada guru kimia meminjam duit. Katanya ‘anak saya enggak bisa sekolah karena belum bayar’. Pas dicek bener," kata Jusuf Hamka saat berbincang dengan Merdeka.com di program D’Talks Spesial Ramadan, dikutip Jumat (9/6).

Kepada Jusuf Hamka, guru kimia tersebut berjanji akan mengembalikan sejumlah uang yang dipinjamkan dengan cara dicicil. Akhirnya, SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) anak dari guru kimia tersebut dibayar Jusuf Hamka.

Advertisement

3 Tahun Tak Dibayar

Hanya saja, 3 tahun berlalu, utang tersebut tak kunjung dibayar. Bahkan saat ditagih, guru kimia tersebut selalu mengelak.

"Sampai sekarang sudah 3 tahun belum dibayar, giliran ditagih galakan dia," kata pria yang akrab disapa Baba Alun ini.

Padahal, kata dia, jika guru tersebut membayar utang, uangnya bisa digunakan untuk membantu orang lain. Meski memiliki harta kekayaan melimpah ruah, Jusuf Hamka mengaku tidak suka memberikan bantuan kepada orang yang sifatnya konsumtif. "Kalau bagiin konsumtif saya enggak mau," katanya.

Harta kekayaan yang dimiliki tidak sepenuhnya menjadi hak untuk dimiliki seorang diri sehingga harus dibagikan kepada orang lain. Menurutnya, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk orang lain.

"Kalau dikasih lebih sampai hari ini ya alhamdulillah, nikmatin aja. Kelebihannya bagiin aja yang penting buat yang bermanfaat," pungkasnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.