Tahun ke-3 Jokowi, Mentan Amran ekspor pangan dari pulau terluar
"Tahun ketiga kita membangun perbatasan dari pinggiran sebagaimana arahan Bapak Presiden, sehingga selundupan selama ini cabai, bawang, beras hilang. Kita selesaikan dengan produksi di perbatasan."
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman beramibisi untuk mengirim komoditas pangan wilayah-wilayah perbatasan atau pulau terluar Indonesia ke negara tetangga. Menurut Amran, ekspor pangan ini merupakan program kerja Kementerian Pertanian pada tahun ketiga pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Tahun ketiga kita membangun perbatasan dari pinggiran sebagaimana arahan Bapak Presiden, sehingga selundupan selama ini cabai, bawang, beras hilang. Kita selesaikan dengan produksi di perbatasan," kata Amran seperti ditulis Antara, Sabtu (29/10)
Dia menargetkan untuk meningkatkan produksi hasil pertanian di wilayah Kepulauan Riau, Entikong, Merauke, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Pembangunan infrastruktur dan pengembangan bibit unggul akan terus dilanjutkan, selain membangun pertanian daerah pinggiran.
Setelah Indonesia bisa swasembada beras dan jagung nasional, dia berharap, ke depannya setiap pulau besar di Indonesia bisa swasembada pangan.
"Diharapkan ke depan semua pulau swasembada, tidak mengambil beras dari Jawa. Contoh Kalimantan jangan mengambil beras dari Jawa Tengah, mengingat sampai tahun ini masih mengambil beras dari Jawa Tengah. Kemudian Sulawesi Selatan, Jawa Timur diharapkan mampu mandiri pangan," ujar dia.
Menurutnya, setiap daerah bisa menekan inflasi melalui kontribusi produksi pangan yang kemudian berimbas menekan inflasi secara nasional.
Baca juga:
Pakai batik lengan panjang, Jokowi turun ke sawah pantau panen raya
Sejak 2006, BI kembangkan ratusan klaster UMKM demi ketahanan pangan
Kemandirian ekonomi tak terwujud di 2 tahun kepemimpinan Jokowi-JK
Mendagri: 71 Indonesia merdeka, negara belum bisa atasi soal pangan
Ini strategi petani agar panen melimpah saat musim kemarau melanda