LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tahun depan, Jokowi pastikan suntik Rp 1 triliun buat Bank DKI

Penyertaan modal ini akan digunakan untuk ekspansi usaha di seluruh wilayah Indonesia.

2013-11-17 09:08:18
Jokowi
Advertisement

Kemarin, Bank DKI membuka cabang baru di Riau. Ini merupakan bagian dari ekspansi Bank DKI ke beberapa kota di Indonesia.

Sejak Maret hingga saat ini, Bank DKI telah membuka beberapa jaringan kantor cabang di luar DKI yakni di Solo dan Bandung. Sebelumnya, Bank DKI juga telah membuka jaringan kantornya di Surabaya.

Untuk meningkatkan kinerja Bank DKI, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, akan menambah suntikan dana sebesar Rp 1 triliun untuk tahun anggaran 2014.

Advertisement

"Ada, Rp 1 triliun," ujar Jokowi sebelum menghadiri pencanangan gerakan Ekonomi Syariah di Silang Monas Jakarta, Minggu (16/11).

Menurut mantan walikota Solo ini, penyertaan modal ini akan digunakan untuk ekspansi usaha di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Salah satu wilayah yang menjadi tujuan utama ekspansi Bank DKI adalah wilayah Sumatera.

"Ya ke seluruh wilayah yang ekonominya bagus. Ya kayak kemarin itu di Riau, nanti Palembang terus daerah Sumatera utara," jelasnya.

Advertisement

Sebelumnya, Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono mengatakan, Bank DKI bakal semakin gencar berekspansi agar bisa setara dengan bank nasional. Salah satunya adalah membuka cabang ke berbagai daerah. Dia melihat langkah ini sangat potensial. Tak hanya di pulau Jawa, Bank DKI juga membidik pembukaan cabang di daerah lain. Daerah yang tengah masuk radar Bank DKI adalah wilayah Sumatera Selatan, Sulawesi dan Riau.

Direktur Operasional Bank DKI Martono Soeprapto menambahkan, ekspansi jaringan kantor cabang diyakini bakal mendongkrak rasio net interest margin (NIM) sekaligus menurunkan rasio biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional (BOPO).

Baca Juga:
Jokowi resmikan Bank DKI di Pekanbaru
Pertumbuhan kredit Bank DKI di atas perbankan nasional
Laba Bank DKI melonjak 95 persen
Genjot kredit, Bank DKI bidik pedagang pasar dan konstruksi
Rencana melantai di bursa, Bank DKI tunggu keputusan Jokowi

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.