Tahun depan Bank Mandiri caplok bank 'sakit'
Namun tidak disebutkan bank yang bakal diakuisisi bank pelat merah itu.
Tahun depan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membuka peluang aksi ekspansi dengan mengakuisisi dengan bank bermasalah atau istilahnya bank 'sakit'. Namun tidak disebutkan bank yang bakal diakuisisi bank pelat merah itu.
"Secara umum setelah BI melakukan klasifikasi bank berdasarkan modal, lewat BUKU. Ada hitungan, nantinya ada kesempatan untuk bank-bank dengan tingkat kesehatan bank rendah, dan tak ada komitmen dari pemegang saham," ujar Direktur Compliance dan Human Capital Bank Mandiri Ogi Prastomiyono saat acara "Investor Summit 2013" di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/11).
BI memberikan keleluasaan kepada bank-bank yang hendak memiliki anak usaha lebih dari satu bank. Dalam relaksasi aturan Single Presence Policy, bank sentral membolehkan bank memiliki anak usaha lebih dari satu bank umum dan satu bank syariah, dengan catatan bank harus membentuk holding atau menyatukan anak usahanya (merger).
"Hingga saat ini kami belum menetapkan (bank tertentu) tapi dalam RBB ada alokasi untuk pertumbuhan secara anorganik," jelasnya.
Sementara Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Pahala N. Mansury mengatakan, pihaknya memasukkan rencana akuisisi dalam RBB 2014 untuk mendukung pertumbuhan anorganik bila situasi dan kondisinya memungkinkan.
"Mudah-mudahan di tahun depan kalau proses akuisisi, tidak main di miliaran lagi, angkanya di triliunan. Kita harap sudah di angka segituan lah bermainnya," ungkap dia.
Seperti diketahui, dalam aturan kepemilikan saham bank umum, ditetapkan bahwa bank harus menjaga tingkat kesehatan di level 2 selama tiga kali masa pengawasan (18 bulan) sejak tengah tahun 2012. Bila tidak, pemegang saham diwajibkan menyuntikkan tambahan modal atau menjual sahamnya kepada investor yang tertarik.
(mdk/noe)