Tahap finalisasi, pabrik semen Rembang beroperasi tahun depan
Nantinya, saat pabrik tersebut sudah beroperasi, masyarakat diminta tidak perlu khawatir akan debu yang bertebaran dari proses produksi semen. Sebab, perusahaan pelat merah tersebut akan menggunakan teknologi filterisasi yang sudah sangat baik.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan PT Semen Indonesia (Persero) saat ini sudah dalam tahap finalisasi dalam perbaikannya. Jika tidak ada banyak rintangan, pabrik semen tersebut akan segera beroperasi tahun depan.
"Proses pembangunannya lancar. Kalau enggak salah harus ada perbaikan sedikit di lingkungan hidupnya. Itu kira-kira sudah beropeasi permulaan tahun depan," ujar Rini dalam diskusi dengan wartawan di Cirebon, Jawa Barat, Senin (28/11).
Nantinya, saat pabrik tersebut sudah beroperasi, masyarakat diminta tidak perlu khawatir akan debu yang bertebaran dari proses produksi semen. Sebab, perusahaan pelat merah tersebut akan menggunakan teknologi filterisasi yang sudah sangat baik.
"Orang kan suka enggak liat apa yang sebenarnya, jadi terlalu khawatir. Kita melakukan apa yang perlu dilakukan untuk pabrik semennya. Debu sudah tidak bertebaran karena sistem penyaringannya sudah sangat baik. Itu perlu dikomunikasikan dengan baik (ke masyarakat)," katanya.
Tidak hanya itu, dampak berkurangnya air karena keberadaan pabrik semen tersebut juga dijamin tidak akan terjadi. Sebab, perseroan telah memenuhi permintaan masyarakat untuk membangun embung di sekitar pabrik.
"Yang dikhawatirkan apakah akan memhuat daerah kering karena jumlah air yang ada akan berkurang makanya permintaan (membangun) embung kita lakukan," pungkasnya.
Baca juga:
Menteri Rini klaim pihak asing minati sekuritisasi BUMN RI
Alasan Rini Soemarno angkat Badrodin Haiti jadi Komut Waskita Karya
Percantik 5 bandara, Angkasa Pura I cari uang Rp 3 T lewat obligasi
Jadi Komut, Archandra Tahar dipercaya akan buat Pertamina mendunia
Mandiri salurkan bantuan sosial non tunai di Bekasi
Hingga Oktober 2016, saluran kredit pinjaman Pegadaian capai Rp 35 T
Menteri Rini ke bos BUMN: Kita itu milik bangsa, harus bersinergi!