LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tahan laju impor, pemerintah bakal tunda sejumlah proyek infrastruktur

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara menyatakan pemerintah tengah mengkaji ulang proyek-proyek infrastruktur yang banyak mengandung bahan baku impor. Jika tidak mendesak maka proyek tersebut akan dihentikan sementara.

2018-07-29 15:32:16
Bank Indonesia
Advertisement

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI),Mirza Adityaswara menyatakan pemerintah tengah mengkaji ulang proyek-proyek infrastruktur yang banyak mengandung bahan baku impor. Jika tidak mendesak maka proyek tersebut akan dihentikan sementara.

"Jadi memang terkait neraca pembayaran internasional jadi ekspor impor barang dan jasa kita kan memang biasanya memang selalu defisit karena kita impor lebih banyak daripada ekspor," kata Mirza di Kompleks Gedung BI, Jakarta Pusat, Minggu (20/7).

Mirza menjelaskan membangun banyak infrastruktur sangat penting untuk masa depan Indonesia. Namun, saat ini perbedaan ekspor dan impor sangat lebar, sehingga penundaan beberapa proyek pembangunan infrastruktur akan menyiasati neraca perdagangan yang kian defisit.

Advertisement

"Memang di dalam jangka pendek kita mengalami ekspor impor yang melebar, beberapa kali disampaikan BI bahwa tahun lalu ekspor impor barang dan jasa kita defisit USD 17 miliar dan tahun ini diperkirakan USD 25 miliar atau lebih," ujarnya.

Kendati demikian, Mirza menegaskan bahwa pemilihan proyek yang akan dihentikan sementara harus selektif. "Lebih selektif melihat mana yang proyek-proyek yang punya kandungan import besar bisa sedikit ditunda supaya akselerasi impornya itu agak tertahan."

Dia menyatakan pemerintah akan menseleksi beberapa proyek tersebut. Proyek yang bersifat prioritas dan proyek yang bisa ditunda. "Tapi ya memang proyek-proyek itu penting tapi kita bisa lihat prioritasnya seperti apa, mana yang punya kadar impor yang tinggi mungkin bisa sedikit ditunda dan mungkin nanti bisa dilanjutkan lagi."

Advertisement

Baca juga:
Atasi pelebaran defisit, Indonesia diimbau contoh Thailand
Defisit transaksi berjalan diprediksi melebar hingga USD 25 miliar tahun ini
Rupiah mendekati Rp 14.000 per USD, Sri Mulyani pastikan defisit aman
Tak hanya untuk infrastruktur, ini alasan utang RI capai Rp 4.000 triliun
Menko Darmin: Defisit tidak berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.