LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Swiss Beri Hibah Rp24 Miliar Tingkatkan Mutu Perikanan RI Sesuai Standard Dunia

Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP) bersama Kedutaan Besar Swiss di Indonesia dan Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO), meluncurkan perpanjangan program Smart-Fish (2019-2022) di Jakarta.

2019-07-04 12:44:18
Perikanan
Advertisement

Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP) bersama Kedutaan Besar Swiss di Indonesia dan Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO), meluncurkan perpanjangan program Smart-Fish (2019-2022) di Jakarta.

Program hibah pemerintah Swiss senilai USD 1,75 juta atau setara Rp24,7 miliar (CHF 1,7 juta) akan dilaksanakan pada periode 2019-2022. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses pasar produk perikanan Indonesia melalui peningkatan kepatuhan terhadap standard mutu internasional.

Plt. Direktur Jenderal Daya Saing Produk, Nilanto Perbowo, mengungkapkan ‎program yang akan difokuskan pada Global Quality and Standards Program (GQSP) merupakan bentuk kemitraan strategis antara Swiss dan UNIDO untuk mempromosikan perdagangan dan daya saing.

Advertisement

Dia menjelaskan, program ini akan melanjutkan hasil program sebelumnya, yang memberikan dampak positif kepada sekitar 6.000 pemangku kepentingan baik dari masyarakat, swasta dan pemerintah di 37 kabupaten/kota yang tersebar di 16 provinsi di seluruh Indonesia.

Program sebelumnya berkontribusi terhadap dampak ekonomi sebesar USD 22,6 juta melalui peningkatan penjualan pada pasar domestik dan ekspor, keuntungan dan pendapatan. Intervensi SMART-Fish juga mendorong investasi oleh petani, pengolah dan pemerintah sebesar USD 11,8 juta.

Nilanto menyampaikan program Smart-Fish telah membantu mewujudkan pengembangan sektor perikanan nasional terutama untuk tiga rantai nilai komoditas, rumput laut, pangasius, dan P&L Tuna.

Advertisement

"Sebagai contoh, untuk rantai nilai pangasius, program ini telah memperkenalkan metode budidaya baru yang telah meningkatkan efisiensi, kualitas, dan warna daging yang lebih baik, serta peningkatan produksi. Branding One-by-One untuk P&L tuna juga telah mempromosikan perikanan pole and line Indonesia sebagai perikanan ramah lingkungan, berkelanjutan, dan memiliki praktik penangkapan ikan yang lebih baik," ujar dia di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (4/7).

Sementara itu, Duta Besar Swiss, Kurt Kunz mengatakan dengan hasil yang memuaskan dari program sebelumnya, pemerintah Swiss berkomitmen untuk melanjutkan dukungannya pada program lanjutan Smart-Fish ini.

"Swiss adalah mitra strategis program Smart-Fish. Kami sangat mengapresiasi dukungan kuat yang telah diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Program Smart-Fish telah memberikan hasil dan pencapaian yang memuaskan dan akan dilanjutkan untuk disebarluaskan ke seluruh Indonesia," tandas dia.

Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pembangunan Dermaga Nelayan di Muara Angke
Geliat Perburuan Paus di Jepang
Puluhan Ton Ikan Karamba di Waduk Kedung Ombo Mendadak Mati
Jepang Kembali Berburu Paus Setelah 33 tahun
Data Bank Dunia: Hasil Panen Ikan Indonesia Kalah Dibanding China
KKP dan FAO Luncurkan Unit Pengolahan Ikan Pindang di Lombok
Geliat Perburuan Hiu di Aceh

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.