LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Susul Grab, Go-Jek Segera Rambah Danau Toba

Go-Jek berencana beroperasi di Kabupaten Toba Samosir, salah satu daerah di kawasan Danau Toba. Jika Grab sudah dapat digunakan di sana, layanan Go-Jek dijadwalkan dimulai 25 April 2019.

2019-03-26 14:35:03
GO-Jek
Advertisement

Dua aplikator transportasi online merambah kawasan Danau Toba. Setelah Grab, kini Go-Jek berencana memberikan layanannya di destinasi wisata unggulan itu.

Go-Jek berencana beroperasi di Kabupaten Toba Samosir, salah satu daerah di kawasan Danau Toba. Jika Grab sudah dapat digunakan di sana, layanan Go-Jek dijadwalkan dimulai 25 April 2019. Rencana pengoperasian transportasi berbasis aplikasi ini sudah dibahas dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) sejak akhir 2018.

"Dari sisi kebijakan sudah sampai ke Pak Wagub, menteri, Menko Maritim. Delapan bupati di kawasan Danau Toba juga sudah bersedia jika nantinya Go-Jek menyentuh mereka," ujar Muhammad Ruslan, Senior Manager of Government Relation Gojek Regional Sumatera, Selasa (26/3).

Advertisement

Tahap awal, operasi Go-Jek di kawasan Danau Toba akan dipusatkan di Kota Balige, sebagai pusat ekonomi di Tobasa. Saat ini mereka sudah memasuki tahap perekrutan. Untuk layanan Go-Car, mereka masih melakukan pembahasan dengan vendor lokal.

Kota Balige dipilih dengan pertimbangan lokasi yang dekat dengan Bandara Silangit. Begitupun, layanan di kabupaten lain segera menyusul.

Dalam layanannya, Go-Jek tidak hanya menyasar penumpang. Mereka juga memprioritaskan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ruslan menilai potensi UMKM di Tobasa cukup besar dan menjanjikan. Saat ini mereka tengah mendata kuliner di wilayah itu untuk masuk dalam layanan Go-Food.

Advertisement

"Kita akan lakukan pelatihan dengan para pelaku UMKM. Karena kita gak mau hanya cita rasanya saja. tapi juga packaging. Harus benar-benar dibuat menarik, planningnya ke sana," ujarnya.

Pihak Go-Jek juga akan bekerja sama dengan BPODT untuk melatih keramahan dan pelayanan para mitra. "Pada Go-Car misalnya, kalau sopir bau badan, nggak bisa. Kebersihan juga penting. Jadi turis merasa nyaman," jelas Ruslan.

Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo mengapresiasi masuknya dua vendor transportasi daring ke kawasan Danau Toba. Terlebih masalah transportasi merupakan isu penting di kawasan itu.

Kehadiran transportasi online di kawasan Danau Toba diharapkan dapat menjadi solusi wisatawan yang ingin mendatangi spot tertentu. "Kami semakin optimistis target satu juta wisatawan bisa tercapai," ujar Arie.

Baca juga:
Respons GO-JEK Hingga KPPU Terhadap Tarif Baru Ojek Online
Berlaku 1 Mei, Tarif Batas Atas Ojek Online Rp 2.600 per Kilometer
Di Lampung, Bayi Baru Lahir Diberi Nama Gopay
Riset UI sebut Go-Jek Sumbang Rp 44,2 Triliun ke Perekonomian Indonesia
Shelter Ojek Online Diperlukan Agar Tak Ada Kemacetan di Halte MRT
Tarif Ojek Online Rilis Paling Lambat Akhir Pekan

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.