Survei BI: Harga properti residensial RI tumbuh 3,5 persen di 2017
Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) di tahun 2017 mencapai 3,5 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 3,32 persen. Perkembangan sektor properti residensial tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi domestik yang terus berlangsung pada triwulan IV 2017.
Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) di triwulan IV-2017 tumbuh 0,55 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,50 persen. Dari capaian tersebut, maka indeks harga properti residensial di tahun 2017 mencapai 3,5 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 3,32 persen.
Perkembangan sektor properti residensial tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi domestik yang terus berlangsung pada triwulan IV 2017. Volume penjualan rumah pada triwulan IV-2017 tumbuh meningkat menjadi 3,05 persen dari penjualan rumah pada triwulan III 2017 yang tumbuh 2,58 persen.
Sementara itu, kenaikan harga rumah terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe menengah, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Bandar Lampung. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja. Kenaikan harga rumah diperkirakan berlanjut pada triwulan I 2018 sebesar 0,72 persen.
Hasil survei juga menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial oleh pengembang terutama bersumber dari dana non perbankan. Sebanyak 56,18 persen pengembang menggunakan dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial.
Sementara itu, pembiayaan pembelian properti residensial oleh konsumen terutama bersumber dari perbankan. Sebanyak 75,93 persen konsumen memanfaatkan KPR sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial.
Baca juga:
Riset: 1,3 juta meter persegi gudang modern berada di Jabodetabek
JLL catat tingkat penyerapan ruang kantor membaik sepanjang 2017
Damai Putra Group brand transformation, ciptakan ruang bagi kehidupan untuk bertumbuh
Ketidakpastian global bikin saham properti di Indonesia melemah
PropertyPro optimistis capai target penjualan Rp 2 triliun di tahun politik