Suprajarto Mundur Karena 'Turun Kasta' dari Dirut BRI ke BTN?
Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto menuturkan, anggapan Suprajarto 'turun kelas' hanyalah soal penafsiran.
Suprajarto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Padahal dia baru ditetapkan menjadi orang nomor satu di BTN menggantikan Maryono. Keputusan ini diambil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN. Sebelum dipindah ke BTN, dia adalah Dirut Bank Rakyat Indonesia alias BRI.
Dukungan mengalir atas keputusan Suprajarto. Salah satu alasan karena pemindahan dari jabatan Dirut BRI ke Dirut BTN dinilai 'menurunkan kelas' Suprajarto sebagai bankir. Diketahui BRI merupakan bank yang masuk kategori Buku IV. Sementara BTN merupakan bank kategori Buku III.
Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto menuturkan, anggapan Suprajarto 'turun kelas' hanyalah soal penafsiran. "Ya ini soal penafsiran, seolah turun kelas," kata dia, saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (30/8).
Dia mengingatkan konteks manajemen yang berlaku di BUMN. Setiap insan BUMN harus siap ditempatkan di mana saja.
"Dalam konteks talent management pool yang ada di Kementerian BUMN, maka setiap best talent harus siap ditempatkan dimanapun," kata dia.
Dia memandang pengangkatan Suprajarto sebagai Dirut BTN dari kaca mata pool management tersebut. Suprajarto dinilai sebagai sosok layak serta mampu membenahi BTN.
"Apalagi konteksnya BTN sedang dalam fase stagnan dalam kinerja dan membutuhkan leader baru yang lebih strong untuk membawa BTN lebih kuat. Pak Supra (Suprajarto) dianggap calon yang capable," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Serikat Pekerja Bank BTN, Satya Wijayantara menyatakan dukungannya atas keputusan Suprajarto. Sebab pihaknya menilai Menteri BUMN Rini Soemarno telah menurunkan kelas Suprajarto yang selama ini berkinerja baik di BRI.
"Kelasnya berbeda, kelasnya BRI dengan BTN berbeda. Bahasanya seolah turun kelas. Aset BRI berapa aset kami berapa. Laba BRI itu Rp 30 triliun, laba kami gak sampe Rp 3 triliun," ucapnya saat ditemui di Restoran Tesate Menteng, Jakarta, Kamis (29/8).
Dia mengungkapkan, sebenarnya terdapat banyak bankir lain berkinerja baik yang cocok untuk ditunjuk sebagai bos BTN. Penunjukan Suprajarto menjadi Dirut BTN membuat jenjang karir bankir semakin tidak jelas.
"Bank itu ada BUKU 1, BUKU 2, BUKU 3. Sehingga kalau kelasnya BRI dibanding kelasnya BTN ya beda. Nah ini kan bisa menyebabkan kemarahan bankir-bankir senior BRI," ujarnya.
Baca juga:
Mengenal Sosok Suprajarto, Mantan Dirut BRI yang Tolak Keputusan Menteri BUMN
Penolakan Suprajarto Isi Posisi Dirut Beri Dampak Positif Bagi BTN
Sunarso Gantikan Suprajarto jadi Dirut BRI?
Sudah Dilarang Jokowi, Menteri Rini Tetap Rombak Susunan Pejabat di BUMN Kakap
Desas-Desus Suprajarto Tolak Keputusan jadi Dirut BTN
Maryono Diberhentikan dari Dirut BTN: Semua Kewenangan Kementerian BUMN