LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Suntikan Dana Asing Untuk Unicorn Selamatkan Investasi Indonesia

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong mengungkapkan, arus modal masuk ke ekonomic digtal berasal dari dua sektor yang menyelamatkan investasi internasional menjadi naik. Pertama, adalah e-commerce kemudian yang kedua adalah smelter atau pabrik pengolahan dan pemurnian logam.

2019-02-26 20:18:24
BKPM
Advertisement

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong menyebutkan investasi asing ke unicorn menyelamatkan iklim investasi asing di Indonesia secara keseluruhan.

"Karena kalau bukan karena investasi dan arus modal yang deras masuk ke dalam unicorn juga banyak ke startup lainya maka investasi internasional turun, bukan naik," kata Thomas dalam sebuah acara diskusi di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (26/2).

Dia mengungkapkan, arus modal masuk ke ekonomic digtal berasal dari dua sektor yang menyelamatkan investasi internasional menjadi naik. Pertama, adalah e-commerce kemudian yang kedua adalah smelter atau pabrik pengolahan dan pemurnian logam.

Advertisement

"Jadi, saya tentunya terimakasih atas trend ini. Karena kalau bukan karena investasi dan arus modal deras yang masuk ke dalam unicorn dan juga ekonomi digital, investasi global itu malah turun loh," ujarnya.

Dia melanjutkan, investasi untuk unicorn menjadi sorotan sebab memiliki valuasi yang cukup besar. Selain itu, unicorn juga dinilai sangat membantu dalam mengembangkan roda perekonomian masyarakat. Banyak kemudahan yang ditawarkan dan dinikmati oleh masyarkat luas dengan kehadiran unicorn tersebut.

"Nah saya ini selalu mengingatkan, kita harus melihat, tak hanya kuantitas investasi, tapi juga kualitas investasi. Kita kejar target, kita harapkan nilai besar. tapi juga berkualitas tinggi," ujarnya.

Advertisement

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menegaskan unicorn di Indonesia tidak akan bisa dikuasai oleh asing. Meski mendapat suntikan dana dari asing, unicorn tidak akan berganti kepemilikan. Sebab model bisnisnya berbeda dengan perusahaan konvensional.

Jika di perusahaan biasa, pemimpin bisa berganti menjadi pemilik moda terbesar. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi unicorn. Kepemimpinan tetap berada di tangan founder.

"Startup tidak gitu. Founder itu tidak boleh keluar malah, meski suatu saat listed. Venture capitalnya? ya mereka cuman uang saja," ujarnya.

Dia mencontohkan, di Indonesia PT Djarum menyuntikkan dana di beberapa start up. Namun mereka tidak bisa menjadi direktur di perusahaan start up tersebut.

"Unicorn Indonesia misalnya, Djarum investornya, Astra ke Gojek misalnya, paling mentok jadi komoisaris aja. CEO, Founder dan lain-lain itu ya dari perusahaan. Mereka believes jadi investor. Zaky (Bukalapak), Fery (Traveloka), William (Tokopedia), Nadiem (Gojek) ya gak boleh keluar," ujarnya.

Baca juga:
Bos BKPM: Investasi di E-commerce Beda Dengan Deposito Perbankan
BKPM Kewalahan Hitung Derasnya Investasi Asing Untuk Unicorn
Menteri Airlangga Sebut Dua Sektor ini Siap Lahirkan Unicorn Anyar
Menperin Sebut Dua Sektor Bidang Usaha di RI Siap Jadi Unicorn
200 Mitra Percetakan Jadi Partner Printerous
Tiket.com Target Jadi Unicorn Tahun Ini

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.