Suku bunga BI diprediksi capai 7 persen di 2019
Ekonom UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja, mengatakan pihaknya memprediksi Bank Indonesia masih akan menaikkan suku bunga acuan, BI 7 days reverse repo rate hingga 7,00 persen di tahun 2019.
Ekonom UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja, mengatakan pihaknya memprediksi Bank Indonesia masih akan menaikkan suku bunga acuan, BI 7 days reverse repo rate hingga 7,00 persen di tahun 2019.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk respon Bank Sentral terhadap ketidakpastian ekonomi global akibat kenaikan suku bunga The Fed dan perang dagang.
Untuk diketahui, saat ini, suku bunga acuan, BI 7 days reverse repo rate berada di level 5,75 persen. Tercatat sepanjang tahun 2018, BI menaikkan suku bunga sebesar 150 BPS atau 1,5 persen.
"Respon dari bank Indonesia sudah menaikkan sebesar 150 basis poin (menjadi 5,75 persen), kami masih memperkirakan akan menaikkan lagi 2 kali mencapai 6,25 persen," dalam Konferensi Pers, di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (3/9).
Sedangkan pada tahun 2019, dia memprediksi Bank Indonesia akan melakukan tiga kali penaikan suku bunga acuan hingga mencapai 7,00 persen.
Untuk komponen ekonomi makro lainnya, kata dia pihaknya memprediksi bahwa defisit current account akan berada di kisaran 2,6 persen, inflasi di kisaran 3,9 persen dan defisit fiskal sebesar 2 persen terhadap PDB.
"Pertumbuhan kredit 10 persen sampai 13 persen, membaik dari tahun ini dan tahun lalu. Inflasi meningkat sedikit. Current account defisit masih di atas 2,5 persen," tandasnya.
Baca juga:
Strategi BI naikkan suku bunga acuan atasi pelemahan Rupiah masih terlalu lemah
Kenaikan suku bunga BI dinilai berpotensi timbulkan kredit macet
Menko Darmin akui kenaikan suku bunga acuan BI tekan pertumbuhan RI
Respons kebijakan The Fed, BI kembali naikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen
Rupiah merosot ke level Rp 14.922 per USD meski BI sudah naikkan suku bunga acuan