LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Suku bunga AS naik, bank sentral bakal turunkan BI rate di 2016

Langkah ini seiring data makro ekonomi dalam dan luar negeri telah mendukung pelonggaran kebijakan moneter.

2015-12-17 20:08:53
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia memberikan sinyal bakal menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate pada awal 2016. Langkah ini seiring data makro ekonomi dalam dan luar negeri telah mendukung pelonggaran kebijakan moneter.

‎Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung mengatakan, BI juga telah mengevaluasi ekonomi secara bulanan dan tahunan.

"Di 2016, kami tetap melihat plot dari FOMC. Perkembangan itu akan menjadi pertimbangan kami dan yang meyakinkan kami bahwa ruang bagi pelonggaran moneter makin terbuka, baik domestik maupun global," ujarnya di kantornya, Jakarta, Kamis (17/12).

Advertisement

Menurut Juda, salah satu opsi dari pelonggaran kebijakan moneter tersebut bisa berupa penurunan tingkat suku bunga acuan (BI rate). Namun hal tersebut akan dilakukan setelah adanya evaluasi kondisi ekonomi domestik dan global.

"Instrumen kebijakan moneter bisa cara kuantitative atau price (suku bunga). Ini jadi pertimbangan keputusan pada Januari. Kita akan evaluasi kondisi perekonomian dengan kebijakan yang kita jalankan," jelas dia.

‎Selain itu, kata Juda, defisit transaksi berjalan pada tahun ini sekitar 2 persen dan dari sisi stabilitas makro ekonomi terlihat semakin baik, sehingga ke depan pada Januari 2016 dapat saja terjadi pelonggaran moneter.

Advertisement

"‎Bentuk (pelonggaran) bisa secara kuantitatif atau suku bunga. Ini tentunya keduanya akan jadi pertimbangan di Januari nanti dan kami akan evaluasi lagi kondisi pertumbuhan ekonomi dan instrumen kebijakan yang akan kami keluarkan," kata dia.

Dia memperkirakan pada Desember 2015 capaian inflasi hanya mencapai 0,5 persen. Sehingga diperkirakan inflasi tahun ini akan berada di bawah 3 persen.

"Survei terakhir untuk Desember inflasi kira-kira 0,5 persen. Ini masih kumulatif. Di minggu pertama dan kedua ada sedikit peningkatan," kata dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menuturkan, prediksi inflasi yang rendah pada tahun 2015 didukung oleh inflasi volatile food yang rendah, administered prices yang mengalami deflasi, dan inflasi inti yang terkendali.

"Inflasi kelompok volatile food tercatat cukup rendah, didukung oleh kecukupan pasokan bahan pangan. Sementara itu, administered prices diperkirakan mengalami deflasi seiring menurunnya harga energi dunia di tengah reformasi subsidi. Di sisi lain, inflasi inti tetap terkendali, didukung ekspektasi yang terjaga, dampak passthrough kebijakan pengendalian inflasi antara BI dan pemerintah," jelas Tirta.

Meskipun inflasi 2015 diprediksi rendah, kata Tirta, akan tetapi risiko inflasi perlu terus diwaspadai. Hal ini terutama terkait penyesuaian administered prices, sehingga diperlukan penguatan koordinasi kebijakan BI dan pemerintah dalam pengendalian inflasi.

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.