LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sukses di India, Kapan WhatsApp Pay Masuk Indonesia?

Saat ini WhatsApp hanya beroperasi di India. Dan tidak menutup kemungkinan akan segera beroperasi di negara lain terutama dengan pengguna WhatsApp yang cukup banyak.

2019-10-16 18:06:57
WhatsApp
Advertisement

WhatsApp tengah mengembangkan salah satu fitur barunya berupa metode pembayaran non-tunai yaitu WhatsApp Payment (Whatsapp Pay). WhatsApp Pay sedang dalam masa uji coba di India selama satu tahun terakhir ini.

Whatsapp memilih India menjadi negara pertama yang merasakan kemudahan mengirim uang dengan cara chatting karena negara tersebut telah memiliki Unified Payment Interface (UPI).

Direktur Komunikasi, WhatsApp Inc, Sravanthi Dev mengungkapkan, WhatsApp sejauh ini mendapat respons yang baik dan diminati banyak orang di India.

Advertisement

"Di India, seperti Indonesia, ini adalah negara besar bagi kami dan mereka memiliki apa yang disebut Unified Payment Interface (UPI) di semua bank sehingga itulah cara pembayaran whatsapp dibangun di atasnya. Jadi kami mengujinya di sana, kami melihat feed back (positif)," kata dia saat ditemui di Sheraton Gandaria City, Jakarta, Rabu (16/10).

Dia menegaskan bahwa saat ini WhatsApp hanya beroperasi di India. Dan tidak menutup kemungkinan akan segera beroperasi di negara lain terutama dengan pengguna WhatsApp yang cukup banyak.

"Hanya india. Belum dioperasikan di negara lain tetapi kami ingin membawa pembayaran ke negara lain," ujarnya.

Advertisement

Kendati demikian dia enggan memberikan bocoran mengenai kapan WhatsApp Pay dapat beroperasi di Indonesia. Namun Indonesia sendiri termasuk 5 besar negara dengan pengguna WhatsApp terbanyak.

"Seperti yang saya sebutkan di Indonesia, membawa pembayaran sangat penting bagi kami dan kami berharap kami memiliki lebih banyak berita untuk dibagikan segera," ujarnya.

Dia menjelaskan, operasional WhatsApp Pay di masing-masing negara mungkin saja berbeda sebab harus disesuaikan dengan kondisi yang ada di negara tersebut.

"Ketika kita berpikir tentang bagaimana kita membangun produk baru kita benar-benar berpikir tentang dinamika yang berbeda, di mana whatsapp populer, apa yang digunakan orang lokal yang populer, berdasarkan apa yang ada di negara itu yang populer, karena ada banyak faktor yang berbeda. Saya juga sangat senang, kami pasti akan membagikan detail lebih lanjut. Saya tahu ini adalah fitur yang ditunggu orang," tutupnya.

Tanggapan Bank Indonesia

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima pengajuan dari WhatsApp. Meski demikian, dia meminta agar pengelola aplikasi pesan tersebut patuh terhadap kebijakan yang ditetapkan pemerintah jika mau bermain di pasar lokal.

Dia juga meminta WhatsApp untuk melengkapi berbagai dokumen dan mempelajari berbagai persyaratan sebelum mengajukan izin untuk menjadi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

"WhatsApp itu pelaku asing. Semua pelaku asing apapun namanya harus tunduk aturan di Indonesia, dan harus mau adopsi sistem di Indonesia," tegas Perry saat konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (22/8).

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.