Sugih Energy jual gas Blok Selat Panjang ke PLN
Pengeboran gas di Selat Panjang ditargetkan bisa dimulai Oktober tahun ini.
PT Sugih Energy Tbk (SUGI) akhir bulan lalu berhasil mendapatkan kontrak pengelolaan di Blok Selat Panjang, Riau, dengan kepemilikan 55 persen. Blok yang memiliki kandungan gas besar itu hasil produksinya akan dijual eksklusif ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Presiden Direktur Sugih Energy Andhika Anindyaguna menyatakan penjualan gas itu masih dalam proses. Sebab, negosiasi dengan PLN baru dimulai. PLN memiliki proyek pembangkit listrik kapasitas 25 MegaWatt di area Rawaminyak, Selat Panjang.
"Di semester kedua tahun ini rencananya akan dialirkan gas sampai 55 MMCFD kepada PLN yang sedang membangun pembangkit listrik 25 MW di dekat lokasi," ujarnya di sela-sela pameran Indonesia Petroleum Association, JCC Senayan, Rabu (15/5).
Sugih Energy berharap pengembangan sumur gas di Selat Panjang selesai pada Juni. Sehingga sebulan berikutnya, negosiasi penjualan gas dapat dilakukan dengan PLN. Untuk sementara, skenario harga jualnya sudah dirancang oleh perusahaan hulu migas nasional itu.
"Harganya USD 5,7 per MMCFD eskalasi 3 persen tahun," kata Andhika.
Pengeboran gas di Selat Panjang ditargetkan bisa dimulai Oktober tahun ini. Untuk potensi minyak, Blok itu diketahui memiliki 5 sumur potensial yang bakal digarap dengan mitra asing. Andhika menyatakan izin eksplorasinya baru diurus Sugih ke Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas.
"Potensi selat panjang ini besar, ada discovery di 5 sumur, saat ini di-submit ke SKK Migas," paparnya.
Dari data Sugih, hasil studi awal menunjukkan Blok Selat Panjang PSC memiliki kandungan 30 juta barel minyak dan 230 PCF gas alam. Dengan kepemilikan di Selat Panjang, maka Sugih Energy kini memiliki 3 blok migas, selain Lemang PSC di Jambi dan Kalyani PSC di Riau.
(mdk/noe)