LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sudirman Said target elektrifikasi Indonesia capai 97 persen di 2019

Akses desa terhadap listik masih minim, dimana dari 82.190 desa sebanyak 12.659 desa yang belum dialiri listrik.

2016-02-28 20:29:00
ESDM
Advertisement

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mendorong berbagai program elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, ditargetkan elektrifikasi bisa mencapai 97 persen di 2019, meningkat dari 2015 yang hanya 86 persen.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan akses desa terhadap listrik masih minim, dimana dari 82.190 desa di Indonesia sebanyak 12.659 desa yang belum dialiri listrik. Sehingga ESDM akan melakukan program elektrifikasi di wilayah-wilayah pedalaman, terpencil, dan tidak mampu dijangkau oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Dalam 5 tahun ke depan elektrifikasi meningkat dari 86 persen menjadi 97 persen di 2019. Salah satu caranya kita harus memperbanyak komponen energi baru terbarukan (EBT) yang bisa dibuat dan terstandarisasi," ujar Sudirman di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (28/2).

Advertisement

Dia menambahkan, semua pihak terkait akan dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan. Dalam hal ini, ESDM akan bekerja sama dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan, Kementerian Desa, dan PLN.

Sudirman mengakui harga pokok pembelian (HPP) listrik dari energi baru dan terbarukan masih belum terjangkau oleh masyarakat miskin. Untuk itu, pemerintah bakal memberikan subsidi atas pembelian harga listrik tersebut.

"Harus terjangkau karena EBT masih mahal dari energi konvensional. Maka pemerintah harus memberi support dengan memberikan subsidi," imbuhnya.

Advertisement

Program ini pun akan dilakukan bertahap mulai dari Indonesia bagian Timur ke Indonesia bagian Barat. Tentunya, program ini harus berjalan transparan dan akuntabel.

"Program ini harus bisa di audit dan evaluasi dampak dari program dilakukan oleh pihak ketiga yang terpercaya," jelas Sudirman.

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.