LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sudirman Said sebut langkah arbitrase bukan jalan terbaik

Sudirman Said berharap penyelesaian masalah antara pemerintah dan Freeport tidak sampai menempuh jalur arbitrase. Lebih baik kedua belah pihak mencari jalan lain untuk memecahkan masalah yang terjadi saat ini. Dengan menempuh jalur arbitrase kedua negara akan saling membenarkan.

2017-03-02 18:31:35
Freeport
Advertisement

PT Freeport Indonesia masih menunggu 120 hari dalam proses negosiasi mengubah Kontrak Karya (KK) ke Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Jika tak menemui kesepakatan, perusahaan tambang ini bakal membawa masalah ini ke arbitrase internasional.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said berharap penyelesaian masalah antara pemerintah dan Freeport tidak sampai menempuh jalur arbitrase. Lebih baik kedua belah pihak mencari jalan lain untuk memecahkan masalah yang terjadi saat ini.

"Yang paling baik kalau semua bisa ketemu jalan tengah. Artinya arbitrase itu dari dulu saya katakan pada mereka, arbitrase bukan jalan terbaik. Karena pertama prosesnya lama, kemudian mengobarkan operasi yang sudah terlanjur memberi nilai bagi masyarakat dan menang atau kalah dua-duanya hanya terluka. Untuk apa repot-report kalau saling melukai, lebih baik cari jalan damai, jalan kompromi. Saya yakin kebesaran hati semuanya akan ketemu lah," ujar Sudirman saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (2/3).

Advertisement

Sudirman mengatakan dengan menempuh jalur arbitrase kedua negara akan saling beradu argumen dengan membenarkan pihak masing masing. Sementara, kedua pihak memiliki ketergantungan dimana Indonesia butuh investor dan Freeport butuh negara untuk investasi.

"Ya kalau saling tuntut menuntut kan saling menyakiti, saling menyerang, untuk apa. Indonesia butuh investasi, investor butuh negara untuk investasi. Jadi untuk apa harus saling ancam mengancam," ungkapnya.

Sudirman menegaskan kembali Indonesia dan Freeport masih punya cukup waktu untuk mencari solusi yang baik diluar arbitrase. "Tapi sekarang belum tahu apa yang dituntut, kedua tentu dalam proses semua pihak akan saling beragumen, makanya saya bilang bukan itu yang terbaik, jangan sampai kesana masih ada waktu mencari solusi win win," tutupnya.

Advertisement

Baca juga:
PHK di Freeport upaya adu domba rakyat dengan pemerintah Indonesia
4 Menteri Jokowi ini dukung Jonan hadapi Freeport
ESDM: Kita tak mungkin bangkrutkan perusahaan tambang
Jonan tetap upayakan perundingan dengan Freeport
Jonan: Harusnya Freeport sudah tak bisa ekspor konsentrat sejak 2014
Jonan minta anak buah cepat beradaptasi tuntaskan polemik Freeport
5 Fakta nasib karyawan Freeport, dari gaji Rp 3 juta hingga PHK

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.