LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sudah tutup, 7-Eleven nunggak utang Rp 240 miliar ke Bank Mandiri

Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero), Rohan Hafas mengatakan, saat ini 7-Eleven masih memiliki utang ke Bank Mandiri sebesar Rp 240 miliar. Jumlah tersebut merupakan total pinjaman dan tunggakan.

2017-07-19 18:35:03
waralaba
Advertisement

PT Modern International Tbk secara resmi telah menutup seluruh gerai convenience store 7-Eleven di Indonesia sejak akhir bulan lalu. Dalam aksi korporasi ini, perusahaan meninggalkan sejumlah utang kepada perbankan.

Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero), Rohan Hafas mengatakan, saat ini 7-Eleven masih memiliki utang ke Bank Mandiri sebesar Rp 240 miliar. Jumlah tersebut merupakan total pinjaman dan tunggakan.

"Kredit macetnya sebesar Rp 240 miliar. Total kewajiban dia saat ini sekitar itu," ujar Rohan saat ditemui di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (19/7).

Advertisement

Rohan mengatakan, direksi 7-Eleven bersama Bank Mandiri telah menyepakati bahwa kredit macet akan diselesaikan dengan hasil penjualan sejumlah aset milik 7-Eleven. Aset tersebut, dinilai cukup untuk menutupi kredit macet perusahaan.

"Direksi sudah menghadap ke Bank Mandiri. Sudah ada pembicaraan dengan Bank Mandiri, maka saya katakan cara mereka melunasi akan menjual aset-aset mereka," jelas Rohan.

"Penyelesaiannya 7-Eleven jual aset. Karena 7-Eleven sebagaimana kita tahu asal usulnya kebanyakan dahulu fuji film asetnya dimiliki sendiri dan letaknya bagus-bagus. Jadi kita enggak khawatir soal pengembalian asetnya karena jual beberapa juga mungkin sudah menutupi (utang)," tambahnya.

Advertisement

Terkait batas pembayaran kepada Bank Mandiri, Rohan enggan membeberkan hal tersebut. Menurutnya, Bank Mandiri dan perusahaan 7-Eleven telah menyepakati batas waktu pembayaran.

"Adalah (batas waktu pembayaran) tapi kita mesti duduk bersama. Realistisnya proses bagaimana, yang bukan sebuah ultimatum tapi mereka juga bukan berniat buruk dan sebagainya. Ada hambatan-hambatan, oke jual ini berapa lama," pungkasnya.

Baca juga:
5 Dampak mengejutkan hadirnya belanja online, termasuk PHK massal
Belanja online picu PHK ribuan pekerja ritel
5 Fakta baru tutupnya 7-Eleven dan berubah jadi toko alat kesehatan
Regulasi pemerintah jadi penyebab tutupnya gerai 7-Eleven di RI
Pasca Ramadan, pertumbuhan industri ritel turun 40 persen

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.