LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sudah Terpangkas 3,5 Persen, BI Akan Batasi Penurunan Suku Bunga

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Rabu dan Kamis, 17-18 Februari 2021 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 3,5 persen, menjadi yang terendah sepanjang sejarah pemberlakuan BI7DRRR.

2021-02-18 15:59:48
Suku bunga
Advertisement

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Rabu dan Kamis, 17-18 Februari 2021 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 3,5 persen, menjadi yang terendah sepanjang sejarah pemberlakuan BI7DRRR.

Sebagai catatan, BI di sepanjang 2020 juga telah memangkas suku bunga acuan sebanyak lima kali atau sebesar 125 bps, dari semula 5 persen menjadi 3,75 persen. Lantas, apakah Bank Indonesia buka kemungkinan untuk kembali memotong suku bunga acuan ke depannya?

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya dari waktu ke waktu tentu saja akan melihat berbagai indikator, baik di tingkat ekonomi global, domestik, inflasi, nilai tukar rupiah, hingga sektor pembiayaan. Sehingga, Bank Indonesia bisa memilih instrumen apa yang tepat untuk bidang moneter, khususnya dalam menetapkan kebijakan suku bunga acuan.

Advertisement

"Kalau mengenai suku bunga dengan penurunan ini kan 3,5 persen. 3,75 persen yang sebelumnya itu sudah terendah sejak 2013. Dengan penurunan hari ini tentu saja ruang-ruang penurunan suku bunga itu semakin terbatas," ujar Perry dalam sesi teleconference, Kamis (18/2).

Namun, itu bukan berarti Bank Indonesia tidak punya pilihan lain. Dia memaparkan beberapa pilihan lain yakni dengan quantitative easing, pelonggaran kebijakan makro prudensial, stabilisasi nilai tukar rupiah, dan terutama mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran.

"Ini akan bisa mendorong pemulihan ekonomi nasional, khususnya dari sektor retail dan UMKM. Ini akan jadi daya dukung pemulihan ekonomi juga ke depan, termasuk UMKM syariah," ucap Perry.

Advertisement

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Bank Indonesia Telusuri Penyebab Suku Bunga Kredit Bank Sulit Turun
Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 3,5 Persen
Tahun ini Masih Ada Pandemi, Pemerintah Berencana Pangkas Suku Bunga KUR
Gubernur BI: Masih Ada Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan
Holding Ultra Mikro Disebut Bisa Turunkan Suku Bunga Pinjaman
Indef Sebut Suku Bunga Rendah Belum Cukup Dongkrak Kredit & Konsumsi

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.