LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Studi: Orang Kaya Beli Barang Tak Berguna demi Status Sosial

Salah satu contohnya adalah arloji Romain Jerome seharga USD 300.000 yang ludes setelah dua hari peluncuran. Padahal, jam itu hanya bisa menunjukkan waktu siang dan malam. Jam mahal itu, meski kurang fungsional, dinilai menunjukkan simbol status sosial pembelinya.

2019-05-17 08:00:00
Orang terkaya
Advertisement

Profesor Jonah Berger dari Wharton School, Universitas Pennsylvania menyimpulkan bahwa para orang kaya sangat hobi membeli barang-barang tidak berguna. Kegunaan praktisnya memang tidak ada, para orang kaya semata ingin menunjukkan simbol status sosial.

Dilaporkan Business Insider, benda tak berguna bisa notabene yang mahal, bisa menjadi simbol status. Ini Berger ungkap dalam bukunya berjudul Invisible Influence: The Hidden Forces That Shape Behavior (Pengaruh Tak Terlihat: Kekuatan Tak Terlihat Yang Membentuk Perilaku).

Salah satu contohnya adalah arloji Romain Jerome seharga USD 300.000 yang ludes setelah dua hari peluncuran. Padahal, jam itu hanya bisa menunjukkan waktu siang dan malam. Jam mahal itu, meski kurang fungsional, dinilai menunjukkan simbol status sosial pembelinya.

Advertisement

"Kebanyakan orang membeli produk-produk itu (seperti jam tangan) untuk keuntungan fungsional, jadi sesuatu yang secara eksplisit menanggalkan fungsi tersebut mengirimkan sinyal identitas yang jelas," ujar Berger.

Selain barang tak berguna, Berger menyebut ada empat hal lain yang bisa menunjukkan status sosial, yaitu biaya uang, biaya waktu, biaya peluang, dan biaya sakit dan dedikasi.

Biaya uang yang dimaksud tentu berarti harta yang dimiliki untuk membeli barang mahal. Biaya waktu digunakan dalam mempelajari sesuatu yang mewah, misal belajar wine-tasting.

Advertisement

Biaya peluang adalah ketika melakukan sesuatu yang lazimnya bisa mempersulit diri, misal memiliki tindikan yang justru menyulitkan mencari kerja. Terakhir, ada biaya sakit dan dedikasi, contohnya rela sit-up ratusan kali demi perut six-pack.

"Hal-hal itu membedakan antara orang dalam dan peniru. Antara orang yang tahu atau paham akan domain tertentu dan yang tidak," jelas Berger yang menambahkan jika sesuatu makin susah ditiru, maka nilainya makin tinggi sebagai simbol status sosial.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kaya Raya, 4 Orang Indonesia Ini Punya Mal, Hotel dan Bank
Tips Miliuner Warren Buffett Saat Dihadapkan Pada 2 Pilihan Sulit
10 YouTuber Dengan Penghasilan Terbanyak di Dunia
Membongkar Jumlah Harta Ratu Elizabeth II, Ratu Tertua di Dunia
Miliuner Warren Buffett Sebut Perang Dagang Berdampak Buruk Bagi Dunia
Indonesia Jadi Negara Dengan Jumlah Miliuner Tua Terbanyak di Dunia

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.