Strategi PT KAI Tingkatkan Layanan Saat Lebaran 2019
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro mengatakan, pihaknya akan memperkuat sistem aplikasi pemesanan tiket, mengingat penumpang yang cenderung memesan secara bersamaan.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro mengatakan, pengguna kereta api bisa memulai pemesanan pada Senin (25/2) besok di semua channel dan mitra KAI. Penumpang juga diajak memesan lewat KAI Access agar mendapat harga lebih bersahabat.
Guna memastikan layanan tetap prima, PT KAI akan memperkuat sistem aplikasi pemesanan tiket, mengingat penumpang yang cenderung memesan secara bersamaan.
"Biasanya penumpang beramai-ramai masuk pada dini hari. Kita sudah melakukan langkah antisipasinya. Kita membesarkan sistem bandwith sampai dua kali lipat, dan penambahan aplikasi server biar enggak crowded di satu tempat," ucap Edi di posko Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (24/2).
Beberapa antisipasi yang dilakukan PT KAI adalah berupa tuning (memaksimalkan performa agar efisien), optimalisasi database sistem ticketing, penambahan server dan bandwith internet sampai dua kali lipat dari hari biasa hingga 400 Mbps.
Pihak KAI turut mengingatkan agar calon penumpang menghindari pembelian tiket dari sumber tidak resmi karena dikhawatirkan ada penipuan dan penggelembungan harga.
"KAI juga mewanti-wanti kepada masyarakat agar membeli tiket lebaran di channel resmi KAI atau mitra resmi yang telah bekerja sama dengan KAI, tujuannya untuk menghindari penipuan atau biaya jasa yang tidak wajar," tegas Edi.
Dia menjelaskan, jumlah tempat duduk yang tersedia per hari juga meningkat yakni 247.010 per hari selama periode lebaran 2019 dari H-10 hingga H+10. Total angka kapasitas tempat duduk tersebut naik 5 persen dari tahun sebelumnya, yakni 236.210 kereta.
Sementara itu, Edi belum bisa memastikan apakan kereta baru yang dipesan dari PT INKA tahun lalu sebanyak 438 kereta bisa dioperasikan saat Lebaran nanti. Meski begitu, kereta baru berpotensi dapat menjadi kereta tambahan, meski harus menunggu kepastian.
"Kereta baru itu tidak bisa serta merta kita operasikan, kita harus sertifikasikan, meminta izin dari departemen. Atas dasar itu nanti kita bisa mengatakan ini bisa dioperasikan saat operasi lebaran," jelasnya.
VP Public Relations PT KAI Agus Komarudin menyebut dari 438 kereta api yang terdiri atas 38 trainset, sudah ada 26 trainset beroperasi. Sisanya masih dalam sertifikasi maupun produksi. Diharapkan, proses bisa selesai sebelum Lebaran.
"Pemesanan 438 kereta (38 trainset), yang sudah beroperasi 26 trainset. Selanjutnya yang sudah jadi tapi belum operasi ada 3 trainset masih uji sertifikasi, dan 9 trainset masih progres produksi INKA," jelas Agus.
Reporter: Tommy Kurnia
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
PT KAI Siapkan 50 Kereta Tambahan Saat Lebaran 2019
Ada Acara 212 di Monas, Penumpang 14 KA ini Bisa Naik di Stasiun Jatinegara
Melihat Perkembangan MRT Fase 1 yang Sudah Capai 98,59 Persen
Barata Indonesia Target Mulai Produksi Roda Kereta Tahun ini
Hasto Sebut Jokowi Bakal Reaktivasi Jalur Kereta Cianjur-Bandung