LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Strategi HM Sampoerna Tingkatkan Volume Penjualan

Presiden Direktur PT HM Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis mengatakan upaya ini dilakukan mengingat industri tembakau saat ini telah bergeser ke jenis produk dengan harga yang lebih rendah. Sedangkan harga ritel A Mild terhadap merk pesaing telah mengalami kenaikan harga pada Oktober 2018.

2019-05-09 16:14:12
HM Sampoerna
Advertisement

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (Sampoerna) membeberkan beberapa strategi perusahaan dalam menggenjot volume penjualan industri rokok ke depan. Salah satunya dengan mendiversifikasi produk dan merilis produk high tar dengan harga terjangkau.

Presiden Direktur PT HM Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis mengatakan upaya ini dilakukan mengingat industri tembakau saat ini telah bergeser ke jenis produk dengan harga yang lebih rendah. Sedangkan harga ritel A Mild terhadap merk pesaing telah mengalami kenaikan harga pada Oktober 2018.

Dia mengatakan, kenaikan tersebut juga disebakan karena adanya kebijakan cukai yang tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 11 persen. Sehingga, pangsa pasar dan volume penjualan perusahaan terkoreksi mengalami sedikit penurunan sebesar 32,2 persen dan 22,1 miliar unit.

Advertisement

"Industri tembakau ada tren konsumer bergeser ke produk murah. Segment low tar tumbuh, tapi high tar mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dan ambil alih low tar," katanya saat konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (9/5).

Mindaugas meyakini dengan dilakukanya diversifikasi produk dan merilis produk high tar lebih terjangkau akan membuat pangsa pasar dan volume penjualan di tahun ini meningkat kembali. Dengan demikian, akan berdampak pula pada pendapatan perusahaan.

Sementara itu, strategi lain dalam upaya menggenjot volume penjualan pihaknya juga melakukan meningkatkan penjualan untuk pasar ekspor. Belum lama, Sampoerna juga membuka pasar ekspor baru ke Jepang yang menggenapkan penjualan untuk ekspor menjadi ke 40 negara.

Advertisement

Selain itu, Sampoerna juga mengakui tengah melakukan uji pasar di dalam negeri untuk produk rokok aerosol dan iQost. Produk jenis iQost ini baru dirilis pada dirilis pada Maret lalu.

"Jadi masih dalam tahap belajar diperkenalkan bulan lalu. Hasil unit tersebut akan diputuskan ekspansi atau tidak," jelas dia.

Sebelumnya, Perusahaan mencatat pada kuartal ini estimasi total industri turun sebesar 0,8 persen terutama disebabkan oleh pergerakan persediaan barang dagang.

Meski tercatat mengalami penurunan, pendapatan bersih dan laba bersih perusahaan tumbuh sebesar 2,9 persen dan 8,4 persen menjadi Rp 23,8 triliun dan Rp 3,3 triliun, didorong oleh harga yang lebih tinggi di berbagai merek dalam portofolio.

Baca juga:
HM Sampoerna Tebar Dividen Rp 117,2 per Lembar Saham di 2018
Mengenal Sejarah Kretek di Indonesia Lewat House of Sampoerna Surabaya
Alasan HM Sampoerna Belum Pasarkan Iqos di Indonesia
HM Sampoerna Komitmen Ajak Masyarakat Sulsel Dorong UKM
Bersaing dengan 600 Perusahaan, Sampoerna Raih ASEAN Corporate Governance Awards 2018
Strategi Sampoerna Dukung Indonesia Bebas Pekerja Anak di 2022

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.