Strategi Erick Thohir Jadikan BUMN Pemain Global
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan ambisinya membawa perusahaan-perusahaan pelat merah ke kancah dunia. Hal ini akan dilakukan secara bertahap, termasuk dengan mengakuisisi peternakan, tambang fosfat, dan tambang garam secara bertahap mulai tahun ini hingga 2023.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ingin perusahaan BUMN bisa menembus pasar dunia di tahun 2023, dan menjadi pemain global yang bisa melayani kepentingan nasional dan meningkatkan daya saing. Rencana tersebut akan dilakukan bertahap mulai tahun ini.
Beberapa inisiatif yang sedang dalam proses antara lain perolehan dana modal untuk pertambangan negara dan penambangan garam di luar negeri untuk mengurangi ketergantungan impor. Berbagai inisiatif tersebut telah masuk dalam proyek strategis dan mulai akan dikerjakan mulai tahun ini hingga 2 tahun mendatang.
"Inisiatif ini, merupakan bagian dari 88 proyek strategis kami. Itu akan dieksekusi mulai 2021 hingga 2023," kata Erick, Rabu (3/3).
Dia menjelaskan, BUMN harus bisa menjadi pemimpin global demi meningkatkan rantai pasokan dalam negeri. Proyek ini akan menjadi penggerak perekonomian nasional. Sehingga Indonesia dapat mencapai visinya sebagaimana target Presiden Jokowi untuk masuk dalam 5 besar ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2025.
"Sekali lagi, kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan sektor swasta untuk membangun pertumbuhan Indonesia yang berkelanjutan dan merangkul era pasca Covid-19 yang lebih baik," kata dia.
"Bersama-sama, kita akan mengubah potensi menjadi dampak kebaikan dan peluang menjadi kemungkinan yang tak terbatas," sambungnya.
Baca juga:
Smesco Gandeng Kimia Farma Pasarkan Produk Herbal dan Spa UKM
Erick Thohir Ingin Gandeng Swasta Ciptakan Ekosistem Bisnis Baru di RI
Erick Thohir Pangkas Perusahaan BUMN Jadi 41
Ini Tujuan Menteri Erick Merger BRI, PNM dan Pegadaian
Direksi dan Komisaris BUMN Terancam Kena Sanksi Jika Langgar Regulasi soal PMN
Asuransi Jasindo Bayar Klaim Sektor Energi Rp2,7 Triliun