Stok Gula Pasir di Food Station Tjipinang Jaya Hanya Bertahan Sebulan
Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan, stok tersebut jauh dari jumlah yang dibutuhkan warga untuk satu bulan. Biasanya, Food Station menyediakan sebanyak 700 hingga 1.000 ton untuk satu bulan.
Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan, stok gula pasir hanya tinggal sebanyak 50 ton saja. Dia menyebut stok tersebut akan habis tidak sampai satu bulan.
"Food Station punya stok saat ini cuma 50 ton. Ini sih paling lama dua minggu kalau kami jualannya irit," kata Arief saat dihubungi, Kamis (12/3).
Dia menyebut, stok tersebut jauh dari jumlah yang dibutuhkan warga untuk satu bulan. Biasanya, Food Station menyediakan sebanyak 700 hingga 1.000 ton untuk satu bulan.
Lanjut Arief, saat ini pihaknya fokus penjualan gula pasir melalui operasi pasar dengan harga Rp12.500 per kilogram. Selain itu, dia juga telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pabrik gula.
"Kami hemat sedemikian rupa sehingga sampai ke warga, jadi bukan dilepas ke trader," jelasnya.
Sementara itu, harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional di Jakarta dalam dua pekan terakhir mengalami kenaikan hingga menembus Rp18.000 bahkan mencapai Rp20.000 per kilogram (kg). Di Pasar Jatinegara Jakarta Timur dan Pasar Senen Jakarta Pusat, harga gula pasir dalam dua pekan terakhir mengalami kenaikan sekitar Rp3.000 per kg.
Menurut pengakuan beberapa pedagang di kedua pasar tersebut kenaikan harga komoditas pangan itu disebabkan pasokan menurun akibat kebijakan pemerintah mengurangi atau menutup impor gula.
"Harga gula pasir naik Rp3.000 kg sejak dua pekan yang lalu," kata Riswanto, pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Jatinegara, seperti dikutip dari Antara, Selasa (10/3).
Sebelumnya, sekitar sepekan yang lalu para pedagang menjual gula seharga Rp14.000 namun saat ini Rp17.000 per kilogram.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)