Stok Beras Bulog Aman Hadapi HBKN Imlek hingga Lebaran 2026
Perum Bulog memastikan kesiapan stok beras Bulog dan kebutuhan pangan lainnya aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Nyepi, hingga Idul Fitri 2026, guna menjaga stabilitas harga dan pasokan di masyarakat.
Perum Bulog menegaskan kesiapan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman dan cukup menjelang serta selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun Baru Imlek, Hari Raya Nyepi, hingga puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kepastian ini disampaikan untuk menenangkan masyarakat terkait ketersediaan pangan pokok.
Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, menyatakan bahwa Bulog telah mempersiapkan diri menghadapi momentum HBKN tersebut, memastikan stok beras Bulog dan komoditas lainnya tersedia. Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog mencapai 3,4 juta ton, didukung pula oleh ketersediaan minyak goreng dan gula.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di seluruh Indonesia. Bulog bertekad memperkuat sinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan akses pangan murah kepada masyarakat serta mengendalikan inflasi pangan.
Ketersediaan Stok Beras Bulog dan Komitmen Stabilisasi Harga
Perum Bulog secara proaktif mengamankan stok beras Bulog untuk menjamin ketersediaan pangan nasional. Dengan cadangan beras mencapai 3,4 juta ton, Bulog memiliki kapasitas yang kuat untuk menghadapi lonjakan permintaan selama periode HBKN. Jumlah ini bahkan disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pada periode Februari 2026, jauh di atas rata-rata 1 hingga 1,5 juta ton pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya.
Ketersediaan stok yang melimpah ini menjadi fondasi utama bagi Bulog dalam menjalankan perannya sebagai operator logistik pangan nasional. Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan komoditas penting lainnya seperti minyak goreng dan gula, yang esensial bagi kebutuhan masyarakat. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Gerakan Pangan Murah (GPM), Bulog terus mengintervensi pasar. Program SPHP menyediakan beras berkualitas dengan harga terjangkau, yakni maksimal Rp12.500 per kilogram, untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.
Sinergi Lintas Sektor dalam Gerakan Pangan Murah
Bapanas mengkoordinir pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang dan saat HBKN 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara masif di 1.218 lokasi di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Pelaksanaan GPM serentak ini melibatkan semua kantor wilayah dan kantor cabang Perum Bulog di seluruh Indonesia. Sinergi juga terjalin dengan pemerintah pusat hingga 38 provinsi dan 497 kabupaten/kota. Kolaborasi ini memastikan distribusi pangan murah dapat menjangkau masyarakat luas, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya menjaga harga pangan, terutama menjelang bulan suci Ramadhan. Ia menyampaikan pesan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk selalu menjaga dan berpihak pada rakyat. Komitmen ini diperkuat dengan instruksi tegas kepada Satgas Pangan untuk menindak pelaku usaha yang menjual bahan pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sumber: AntaraNews